Selasa, 19 Mei 2026

LIVE UPDATE

Pendapat Ahli Soal Pengakuan Putri Candrawathi Alami Pelecehan, Ada Kemungkinan Tapi Tak Melapor

Rabu, 28 Desember 2022 12:42 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Saksi ahli dari Perwakilan Asosiasi Forensik Indonesia (Apsifor) Reni Kusumowardhani mengungkap hasil pemeriksaan dugaan kekerasan seksual yang dialami istri Sambo, Putri Candrawathi.

Menurutnya keterangan Putri terkait peristiwa di Magelang sesuai indikator keterangan yang kredibel atau dapat dipercaya.

Hal ini disampaikan Reni Kusumowardhani saat dihadirkan sebagai Ahli oleh JPU.

Reni mengatakan bahwa hasil dari serangkaian pemeriksaan psikologi forensik menunjukan hasil yang memiliki kredibilitas, dan memenuhi 7 kriteria yang disepakati secara klinis.

Dari situ, hakim bertanya terkait kejadian pelecehan seksual di Duren Tiga yang ternyata hanya skenario Ferdy Sambo.

Baca: Jubir RKUHP Albert Aries Jadi Saksi Meringankan Bharada E soal Kematian Brigadir J

Namun, menurut Reni dalam tekanan yang luar biasa, saat dimintai keterangan Putri Candrawathi kala itu kerap menangis ketika menjelaskan apa yang dialaminya.

Reni menuturkan, bahwa mayoritas korban kekerasan seksual yang tercatat melakukan pertahanan jiwa ketimbang visum atau melapor ke kepolisian atas kekerasan seksual yang dialaminya.

Sebab ada hambatan psikologis, kebanyakan korban akan menarik diri, takut dan malu.

Alasan-alasan tersebut dapat dikarenakan adanya stigma negatif yang diberikan kepada korban, khususnya perempuan, sehingga melahirkan sikap-sikap di masyarakat yang menyalahkan korban, baik dari masyarakat dan aparat penegak hukum.

Bahkan tambah Reni, bukan tidak mungkin bahwa Putri Candrawathi bisa bertemu Yosua usai mengalami pemerkosaan karena berusaha tegar dalam pertahanan jiwa pasca menjadi korban kekerasan seksual.

Sementara, pakar Psikologi Forensik Universitas Indonesia Nathanael Sumampouw menjelaskan tentang multimethod dan multitools dalam menangani sebuah peristiwa pelecehan seperti yang dialami oleh Putri Candrawathi.

Apa yang disampaikan saksi ahli psikologi forensik dalam sidang itu merupakan hasil observasi, dalam menangani sebuah perkara seperti yang dialami oleh Putri Candrawathi.

Baca: Kaleidoskop 2022: Terbongkar Deretan Siasat Licik Ferdy Sambo saat Jadi Dalang Pembunuhan Brigadir J

Sehingga, lanjut dia, ahli psikologis forensik itu bertindak sebagai peneliti dalam mengungkap sebuah kasus.

Itu semua, tentu harus didukung dengan alat bukti yang dikumpulkan, yang kemudian dianailisis secara koprehensip.

Sementara mengenai keterangan saksi ahli psikologi forensik yang mengatakan keterangan Putri Candrawathi kredibel, Nathanael berpendapatan itu semua perlu dievaluasi, karena secara khusus kasus kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi ini ada kompleksitas dalam pembuktian.

Kenapa demikian, kata dia, karena dalam banyak kasus pelecehan seksual seperti yang dialami Putri Candrawathi tidak adanya alat bukti forensik yang memadai, dan umumnya terjadi di ruang privat.

Diketahui, Putri Candrawathi mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual di Magelang, Jawa Tengah sebelum terjadinya peristiwa penembakan ajudan Ferdy Sambo, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dalam kasus ini, Putri turut menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J bersama dengan Ferdy Sambo, Bharada Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terkait Pengakuan Putri Candrawathi Alami Kekerasan Seksual, Begini Pendapat Ahli

# Brigadir J  # Reni Kusumowardhani # Ferdy Sambo # Putri Candrawathi

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved