Selasa, 21 April 2026

LIVE UPDATE

Barat Dituduh Provokasi Belarusia Agar Terlibat Perang Rusia Ukraina, Seperti Ini Cara Liciknya

Selasa, 13 Desember 2022 21:02 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Belaruia, Jenderal Viktor Gulevich, menuduh negara barat berusaha memprovokasi Belarus.

Provokasi dilakukan untuk menyeret Belarusia ke perang Rusia-Ukraina.

Cara yang sama disebut digunakan militer Ukraina untuk menyeret Polandia dan NATO ke perang besar melawan Rusia.

Viktor Gulevich memberi contoh saat Ukraina menembakkan rudal ke wilayah Polandia.

Namun Rusia dituduh pelaku peluncuran tersebut.

Padahal pada faktanya, AS dan NATO menemukan bukti rudal ditembakkan pasukan Kiev, bukan oleh militer Rusia.

Menurut Gulevich, kecurigaan semakin kuat setiap hari di Belarus kekuatan barat mencoba memprovokasi mereka untuk tujuan menguntungkan mereka.

Baca: NATO Gemetar saat Digertak Rusia Soal Percepat Produksi Senjata Paling Mematikan di Dunia

Dia mengutip pelanggaran berulang kali di perbatasan Belarusia dari pihak Ukraina, baik oleh drone maupun personel bersenjata, yang dilaporkan oleh penjaga perbatasan nasional.

Beberapa dari insiden ini difilmkan dan menurut Gulevich tampak demonstrative.

Pada pertengahan November, Belarus merilis rekaman dari apa yang mereka katakan sebagai seorang tentara Ukraina bersenjata yang menyeberangi jembatan ke wilayah negara itu untuk mengambil beberapa foto.

Penjaga perbatasan menyalahkan insiden itu pada "disiplin yang buruk" di beberapa unit Ukraina dan mengatakan itu menimbulkan risiko baku tembak.

Saat dia menuduh AS dan sekutunya menggunakan Ukraina untuk melawan Belarusia, Gulevich mengklaim Kiev menggunakan pendekatan yang sama terhadap barat bulan lalu.

Belarus adalah sekutu dekat Rusia dan mengizinkan Moskow menggunakan wilayahnya selama operasi militer di Ukraina.

Kiev mengklaim pasukan Belarusia dikerahkan ke negara itu, tetapi Minsk membantah terlibat langsung dalam permusuhan.

Baca: Bak Neraka, Potret Mengerikan Kota Bakhmut seusai Digempur Rusia, Menyerupai Penang Dunia Pertama

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan Kiev tidak memahami keraguan Berlin tentang pengiriman senjata berat yang dibutuhkan Ukraina. 

Kuleba mengklaim Jerman telah berjanji mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, tapi tidak termasuk tank yang telah berulang kali diminta Kiev. 

Kuleba menegur Berlin atas pendiriannya tentang masalah tersebut.

Pihaknya mengatakan pemerintah Ukraina tidak dapat memahami mengapa Jerman mengirimkan artileri, bukan kendaraan lapis baja berat.

Pejabat itu mengatakan Ukraina membutuhkan generator dan trafo untuk bertahan hidup di musim dingin di tengah serangan Rusia yang berulang pada infrastruktur energi negara.

Rusia mulai menargetkan fasilitas energi Ukraina pada awal Oktober, menuduh Kiev menyerang infrastruktur kritisnya, termasuk Jembatan Krimea yang strategis.

Kuleba menunjukkan skenario pemadaman total di Ukraina adalah realistis. Dia tidak mengharapkan eksodus massal warga Ukraina dari negara tersebut.

Kuleba yakin orang akan mengungsi ke daerah pedesaan, tempat mereka bisa memiliki kesempatan menghangatkan diri menggunakan kayu bakar.

Sementara utusan Kiev untuk Jerman, Aleksey Makeev, juga mengecam otoritas Jerman karena menolak mengirim sistem pertahanan udara Patriot buatan AS ke Ukraina.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenderal Gulevich Tuduh Barat Terus Provokasi Agar Belarus Terlibat Perang

# Vladimir Putin # Rusia # Zelensky # Ukraina # Militer # provokasi # Barat # perang 

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Vladimir Putin   #Rusia   #Zelensky   #Ukraina   #Militer   #provokasi   #Barat   #perang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved