Jumat, 17 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Blokir Dompet Kripto yang Digunakan Rusia untuk Menggalang Dana Pasukannya

Jumat, 26 Agustus 2022 10:02 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Ukraina menyita dana dalam dompet kripto yang digunakan untuk membiayai serangan militer Rusia di Kyiv.

Pejabat Ukraina mengklaim uang yang dikumpulkan melalui dompet kripto tersebut telah terpakai untuk mendanai pembelian peralatan militer bagi kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur Ukraina.

Melansir dari Bitcoin News, Layanan Keamanan Ukraina (SBU) untuk pertama kalinya menerapkan mekanisme untuk memblokir penggalangan dana cryptocurrency untuk pasukan yang bertempur di pihak Rusia dalam konflik yang sedang berlangsung di Kyiv.

Dalam siaran persnya pada Selasa (22/8/2022) lalu, SBU mengumumkan telah memblokir dompet kripto yang dioperasikan seorang pria berkewarganegaraan Rusia yang digunakan untuk mensponsori upaya militer Rusia di Ukraina.

Warga negara Rusia tersebut, yang mengaku sebagai sukarelawan, telah mengumpulkan uang untuk kebutuhan pasukan Rusia sejak awal invasi dimulai.

Baca: Imbas Tudingan Saling Serang, Pengawas Nuklir akan Kunjungi PLTN di Ukraina yang Dikuasai Rusia

SBU mengungkapkan dompet tersebut telah mengumpulkan koin digital senilai 22 ribu dolar AS. Layanan Keamanan Ukraina ini menambahkan, pihaknya telah menyita dana tersebut.

Para ahli saat ini sedang berusaha untuk melacak transaksi pada dompet kripto tersebut dan memindahkan aset kripto yang berada di dalamnya ke tangan Ukraina.

SBU tidak merinci bagaimana proses penyitaan dana dalam dompet tersebut, mereka hanya mengungkapkan pihaknya dibantu perusahaan kripto asing dalam proses tersebut.

Ukraina mengatakan pemilik dompet kripto ini menggunakan sebagian besar kripto yang disumbangkan untuk membeli perlengkapan militer bagi pejuang separatis di Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk yang telah memisahkan diri dari Kyiv.

Perwakilan dari Kepolisian Nasional dan Kantor Kejaksaan Agung Ukraina juga ambil bagian dalam operasi penyitaan tersebut.

Baca: Rusia Lancarkan Serangan Rudal ke Stasiun Kereta dan Tewaskan 200 Tentara Ukraina

SBU merinci, aktivis Rusia yang diklaim sebagai pemilik dompet tersebut, secara aktif mencari bantuan keuangan di platform media sosial sejak konflik di Ukraina dimulai.

Untuk melancarkan usahanya, ia membuat dan memposting konten serta video secara teratur.

Selain itu, dia juga mendistribusikan postingan yang diterbitkan oleh rekannya dan melaporkan penggunaan dana yang dikumpulkan tersebut, ujar SBU tanpa mengungkapkan identitas pria tersebut.

Perusahaan analisis blockchain Chainalysis mengungkapkan pada bulan lalu, sekitar 54 kelompok pro-Rusia secara kolektif telah menerima cryptocurrrency senilai lebih dari 2,2 juta dolar AS.

Organisasi-organisasi ini, yang beroperasi di Donetsk dan Luhansk, mendapat sebagian besar dana yang disumbangkan dalam bentuk Bitcoin dan Eter, serta mata uang kripto lainnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ukraina Blokir Dompet Kripto yang Digunakan untuk Galang Dana Pasukan Rusia

# Ukraina # dompet kripto # Galang Dana # Rusia # serangan militer Rusia ke Ukraina # serangan militer # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved