Senin, 13 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Eks Pengacara Bharada E Sebut Ferdy Sambo Psikopat, Dideteksi Ingin Jadi Kapolri Bahkan Presiden

Sabtu, 20 Agustus 2022 21:24 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kritik pedas diungkapkan oleh mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara kepada Irjen Ferdy Sambo.

Ia menyebut, jika Ferdy Sambo merupakan seorang psikopat.

Sedangkan Bharada E dan Brigadir J hanya menjadi korbannya saja.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Deolipa saat diwawancarai di kediamannya di Depok, Jawa Barat.

Ia menduga, bahwa Irjen Sambo ingin menjadi Kapolri.

Bahkan, Deolipa mengaku, dirinya sejak lama telah mendeteksi jika Ferdy Sambo juga ingin menjadi presiden.

"Psikopat Ferdy Sambo, ini psikopat ini, sudah kita deteksi lama dia ingin jadi Kapolri, kita deteksi juga sejak lama dia ingin jadi presiden," ujar Deolipa di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2022).

Selain psikopat, Deolipa juga mengatakan Ferdy Sambo seorang biseksual.

Ia berpendapat seperti itu berdasarkan ilmu psikologi yang dipelajarinya.

Disebutnya, mantan Kadiv Propam itu memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi hingga ke arah psikopatik.

Baca: Polri Ungkap Peran Istri Ferdy Sambo, Diduga Terlibat Skenario Pembunuhan Brigadir J

"Dia adalah biseksual. Biseksual ini suka sama wanita, suka juga sama pria, tingkat cemburunya tinggi. Karena dia bisa bercinta dengan beberapa orang. Orang biseksual ini, menurut ilmu psikologi yang sudah lama saya pelajari di psikologi UI sejak lama, orang biseksual ini punya tingkat cemburu yang tinggi ke arah psikopatik, ke arah panik dan gila. Untung saja kami deteksi orang ini sudah sejak 2 tahun kemarin," katanya.

Ia pun memastikan bahwa Brigadir J dan Bharada E bukanlah LGBT atau biseksual seperti dugaan sejumlah pihak.

Deolipa menegaskan, bahwa keduanya merupakan korban dari Irjen Sambo.

"Dari perkara ini saya sampaikan saudara Eliezer bukan seorang LGBT, saudara Yosua bukanlah LGBT, karena mereka mempunyai pacar masing-masing dan dalam komunikasi dalam kamar masing-masing mereka menyayangi kekasihya dan taat akan Tuhan," kata Deolipa.

Sebelumnya, pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mempertanyakan kebenaran motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J.

Ia menyebut mustahil apabila seorang aparat penegak hukum bintang dua melakukan kejahatan hanya karena motif emosi.

Sehingga, kata Reza, muncul spekulasi berikutnya yaitu motif instrumental dalam peristiwa penembakan Brigadir J.

Ketika berbicara motif instrumental, Reza mengatakan, dugaan aksi pembunuhan Brigadir J dalam rangka untuk mendapatkan jabatan.

Selain itu, untuk kenaikan pangkat, atau menutup-nutupi kejahatan lainnya menjadi relevan.

Reza berharap, motif itu juga akan disidik oleh Polri.

Apalagi menurutnyam motif instrumental ini telah disangkut-pautkan dengan narasi Konsorsium 303.

“Harapan saya demikian, karena motif instrumental ini yang sekarang terwakili oleh narasi Konsorsium 303,” ucapnya.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Deolipa Yumara Sebut Ferdy Sambo Psikopat: Kita Deteksi Ingin Jadi Kapolri dan Presiden

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Psikolog Forensik Duga Putri Candrawathi Mainkan Skenario Viktimisasi, Menangis di Depan Kamera

# TRIBUNNEWS UPDATE # Bharada E # Ferdy Sambo # psikopat # Kapolri # Presiden

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved