Kamis, 30 April 2026

LIVE UPDATE

Mahfud MD Beri Pengakuan Terbuka, Sebut Kelompok Ferdy Sambo Muncul dari Daerah untuk Halangi Kasus

Kamis, 18 Agustus 2022 20:48 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J hingga kini masih terus dilakukan.

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi besok, Jumat (19/8/2022) baru akan diperiksa timsus bentukan Kapolri.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD pun menjelaskan pernyataan baru.

Ia mengatakan anak buah Irjen Ferdy Sambo sempat menghalangi penyidikan kasus tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir J.

Bahkan 'grup Sambo' tersebut datang dari daerah-daerah ke Jakarta untuk menghilangkan jejak dan berupaya menghalangi penyidikan.

Mahfud mengaku hal tersebut yang membuat penyidik agak lama untuk membongkar kasus Brigadir J ditembak di rumah dinas Sambo.

"Yang saya dengar memang di Polri itu terjadi tarik-menarik yah. Bahkan grupnya Sambo itu konon dari daerah-daerah meskipun enggak ada tugas di Jakarta datang ngawal ke situ menghalang, upaya menghilangkan jejak itu dan menghalang-halangi penyidikan," kata Mahfud, dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Mahfud menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun akhirnya memanggil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, lalu disusul dirinya bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Terus presiden memanggil Kapolri diberi tahu supaya selesaikan. Sesudah Kapolri berikutnya saya, terpisah. Saya dengan Pak Pramono Anung," ujarnya.

Saat menemui Jokowi, Mahfud mengaku diminta agar meminta Kapolri segera mengumumkan kasus tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi meminta agar masalah ini dapat segera diungkap.

"Ada petunjuk Pak? 'Iya. Itu soal Kapolri itu kenapa lama-lama gitu. Sampaikan ke Kapolri bahwa saya percaya kepada Kapolri bisa menyelesaikan ini masalah sederhana kok, tapi jangan lama-lama, segera diumumkan, gitu kan," ungkap Mahfud menirukan ucapan Jokowi.

Atas perintah Jokowi, Mahfud pun langsung meminta Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, untuk mengkomunikasikan arahan tersebut ke Kapolri.

Setelah itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun berkomunikasi dengannya via WhatsApp (WA) dan mengaku jika kasus tersebut sudah terang benderang.

"Terus saya komunikasikan ke Pak Benny Mamoto, tolong dong komunikasikan ke Kapolri. Terus tengah malam Kapolri kontak saya, WA tengah malam gitu. Pak Menko Alhamdulillah ini sudah terang benderang semua dan sudah ketemu," ungkapnya.

Sementara itu diketahui Irjen Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK.

Ia mendapat masalah baru selain pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J .

Mantan Kadiv Propam Polri itu akan berurusan dengan KPK, setelah dilaporkan melakukan upaya suap kepada staff LPSK.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, namun ia tak menyebutkan identitas pelapor.

Selain berurusan dengan KPK, Ferdy Sambo juga berurusan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

PPATK menemukan transaksi dari rekening Brigadir J pada (11/7/2022) atau 3 hari setelah Brigadir J tewas.

Transaksi itu senilai Rp 200 juta, selanjutnya temuan ini dilaporkan PPATK ke Bareskrim Polri.

Sementara itu hingga kini Polri belum juga mengumumkan motif Ferdy Sambo mengeksekusi Brigadir J.

Yang baru diungkap ke publik ialah pernyataan Sambo yang mengaku melakukan pembunuhan lantaran telah dilukai harkat dan martabat keluarganya oleh Brigadir J.

Namun tak dijelaskan secara rinci, melukai harkat dan martabat keluarga seperti apa yang dimaksud.(*)


Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Sigit Setiawan

# Brigadir J # Ferdy Sambo # Putri Candrawathi # Mahfud MD

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved