Rabu, 15 April 2026

Terkini Nasional

Bendera Pusaka Indonesia Sempat Menghilang, Ternyata Begini Ceritanya

Rabu, 10 Agustus 2022 18:52 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bendera Pusaka Merah Putih pertama kali dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Saat ini, bendera kebangsaan tersebut telah disimpan di Monumen Nasional atau Monas.

Bendera Merah Putih ini merupakan tanda merdekanya Indonesia sewaktu masih dalam masa perjuangan.

Kendati demikian, bendera Pusaka Indonesia ini rupanya sempat menghilang, tepatnya ketika peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto.

Agustus 1967

Soekarno mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Maka, setiap tanggal tersebut, akan ada upacara pengibaran bendera Merah Putih untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada suatu hari, ketika hendak melakukan pengibaran bendera, sang pusaka Merah Putih ternyata telah hilang.

Baca: Sosok sang Pahlawan Nasional, Nani Wartabone Berjuang Mengangkat Senjata Masa Pemerintah Hindia Bela

Hal ini terjadi tepatnya pada Agustus 1967.

Kenyataan bahwa Bendera Pusaka dijahit oleh Fatmawati membuat Soekarno merasa bahwa Bendera Pusaka merupakan milik pribadi Bung Karno.

Terkait kepemilikan Bendera Pusaka ini juga sempat menjadi masalah kecil, tetapi pada akhirnya Bung Karno menyadari bahwa Bendera Pusaka telah menjadi milik bangsa Indonesia.

Mengenai hilangnya Bendera Pusaka, Istana pun mengutus delegasi untuk menemui Bung Karno di Istana Bogor.

Awalnya, Bung Karno ragu saat ditanya keberadaan Bendera Pusaka.

Setelah itu, tanggal 16 Agustus 1967, Bung Karno kembali meminta delegasi untuk menemuinya.

Permintaan Soekarno ini disanggupi oleh delegasi.

Namun, saat kembali bertemu, Soekarno justru mengajak delegasi kembali ke Jakarta dan mendatangi Monumen Nasional (Monas).

Rupanya, Bung Karno telah menyimpan Bendera Pusaka di ruangan bawah tanah di kaki Monas.

Setelah Bendera Pusaka diserahkan ke Istana, Presiden Soeharto merasa ragu bahwa bendera tersebut merupakan Bendera Pusaka.

Soeharto kemudian memanggil mantan ajudan Presiden Soekarno, Husain Mutahar untuk kembali mengecek keaslian bendera tersebut.

Saat itu, Husain Mutahar diperintah oleh Bung Karno untuk menjaga Bendera Pusaka ketika Agresi Militer Belanda II berlangsung.

Pembatalan Pengibaran Bendera Pusaka

Agar tidak disita oleh Belanda, Mutahar bahkan sampai membuka jahitan bendera dan memisahkan warna merah dan putihnya.

Setelah Agresi Militer Belanda II berakhir, Bendera Pusaka kembali dijahit dan diserahkan kepada Bung Karno.

Mutahar mengatakan bahwa bendera tersebut disimpan oleh Bung Karno di Monas.

Namun, tiba-tiba Soeharto mengatakan bahwa ia tidak menggunakan Bendera Pusaka untuk peringatan Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka.

Baca: Mengenal Pahlawan Wanita SK Trimurti, Jadi SOsok Tokoh Pejuang Kemerdekaan yang Aktif Berorganisasi

Alasannya, Soeharto merasa prihatin dengan kondisi Bendera Pusaka saat itu.

Kendati demikian, rencana Soeharto ditolak oleh Mutahar.

Mutahar mengatakan bahwa Bendera Pusaka harus tetap dikibarkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Akhirnya, Soeharto membatalkan rencanya tersebut.

Bendera Pusaka tetap dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 1967.

Duplikat Bendera Pusaka
Tahun 1969, direncanakan pembuatan duplikat bendera Pusaka yang kemudian terealisasikan pada 1970.

Proses duplikat Bendera Pusaka didesain di Institus Teknologi Tekstil atau ITT Bandung yang kemudian ditenun di Ratna Alam Sutra Bogor.

Duplikat dari Bendera Pusaka ini tidak dibuat dengan cara dijahit, semuanya ditenun langsung sambungan merah putihnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bendera Pusaka Pernah Hilang, Ini Ceritanya"

#Bendera Pusaka #Sempat Hilang #Bendera Merah Putih #Hari Kemerdekaan

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved