Sabtu, 18 April 2026

Terkini Nasional

Sejarah Berdirinya Monumen Nasional atau Monas, Jadi Simbol Jakarta dan Indonesia

Kamis, 4 Agustus 2022 20:50 WIB
Tribun Timur

TRIBUN-VIDEO.COM - Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan Monas, sepertinya sudah menjadi ikon Indonesia khususnya Jakarta.

Monas menjadi objek dokumentasi siapa saja yang ingin mengabadikan momen saat berada di Ibu Kota Indonesia itu.

Dilansir dari wikipedia, Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Baca: Ternyata Ada Alasannya Indonesia Merdeka Jatuh pada Tanggal 17 Agustus 1945, Simak Sejarahnya

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Sejarah

Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950.

Menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Soekarno mulai merencanakan pembangunan sebuah Monumen Nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka.

Pembangunan Tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa.

Pada tanggal 17 Agustus 1954, sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan Monumen Nasional digelar pada tahun 1955.

Baca: Benteng Vastenburg Wisata Bersejarah sejak Tahun 1745 yang Masih Kokoh hingga Sekarang

Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad.

Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria.

Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Soekarno.

Akan tetapi Soekarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni.

Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk.

Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik.

Soekarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu.

Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ke dalam rancangan monumen itu.

Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektare.

Tugu ini diarsiteki oleh Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul TRIBUNWIKI: Monas Jadi Simbol Jakarta dan Indonesia, Ini Sejarah Berdirinya

# Monumen Nasional # Monas # Jakarta # dokumentasi # Hindia Belanda # Sukarno

Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribun Timur

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved