Terkini Daerah
Beredar Informasi Bharada E Menembak Brigadir J dari Jarak Dekat, Komnas HAM Buka Suara
TRIBUN-VIDEO.COM - Beredar informasi bahwa Bharada E menembak Brigadir J dari jarak dekat dalam baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli lalu.
Terkait hal tersebut, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan tanggapannya.
Choirul Anam tak banyak menjelaskan detail saat ditanya terkait kebenaran informasi bahwa Brigadir J ditembak dalam jarak dua meter seperti informasi yang beredar.
"Tanyakan pada yang bicara saja kita tidak mau masuk dalam ruang itu karena kita tahapannya harus dilalui, dengan balistik dengan inafis dan sebagainya," paparnya.
Ia mengaku sejauh ini apapun keterangan yang diterima, akan dicek dan disesuaikan dengan logika waktu yang ada.
"Jadi kami kan dapat keterangan, keterangan satu dan kedua nanti akan kita cek dan semua itu memiliki waktu memiliki logika peristiwa," katanya.
Baca: Komnas HAM Sebut Keterangan Istri Irjen Ferdy Sambo Sangat Krusial: Tumpunya Ada di Bu Putri
Baca: Ini Alasan Brigadir J Diancam Dibunuh oleh Skuat Lama Ajudan Irjen Ferdy Sambo Sejak Juni 2022
Dari pembuktian ini, Komnas HAM menilai apakah kesaksian itu memang benar adanya atau bertentangan dengan apa yang menjadi keyakinan Komnas HAM .
"Logika peristiwa satu dengan yang lain sesuai enggak atau bertentangan, dari titik itu kami nanti baru bisa menilai, kalau ada yang bilang-bilang tanyakan saja," tegas Anam.
Dilaporkan, tembakan jarak dekat ini dilakukan Bharada E diduga untuk memastikan bahwa Brigadir J sudah benar-benar dilumpuhkan.
Kuasa hukum juga menyebut, dari hasil autopsi ulang ditemukan bahwa ada tembakan dari belakang kepala hingga retakan sebanyak enam bagian di bagian kepala Brigadir J . (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-video.com dengan judul Jawaban Komnas HAM soal Bharada E Tembak Brigadir J dari Jarak 2 Meter, Perlindungan atau Eksekusi?
# Bharada E # Brigadir J # Komnas HAM # Ferdy Sambo
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Komnas HAM Panggil Petinggi TNI, Dalami Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus
6 hari lalu
Terkini Nasional
Tim Advokasi Andrie Yunus Ajukan Perlindungan ke LPSK hingga Komnas HAM usai Alami Ancaman & Teror
Selasa, 31 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Komnas HAM Pastikan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Sama antara Polda dan TNI
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Reaksi Komnas HAM soal Pengunduran Diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo Buntut Kasus Penyiraman Air Keras
Kamis, 26 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Andrie Yunus Resmi Diakui Pembela HAM oleh Komnas HAM, Polisi Diminta Beri Perlindungan Penuh
Selasa, 17 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.