TRIBUNNEWS UPDATE
Alasan Google Maps Sensor Wilayah Militer Rusia, Sebut Belum Terapkan Perubahan Citra Satelit
TRIBUN-VIDEO.COM - Alasan terkait banyaknya informasi terkait sensor lokasi militer Rusia di Google Maps terunggkap.
Pihak Google Maps mengaku tak ada perubahan dalam penampilan wilayah di Rusia.
Bahkan, pihaknya tak melakukan perubahan terhadap citra satelit di Maps untuk sejumlah wilayah di Rusia
Juru bicara Google, Genevieve Park memberikan keterangan.
Menurutnya, citra satelit sejumlah markas militer Rusia yang beredar di internet tersebut memang ditampilkan apa adanya dan tidak berubah.
Tak ada sensor yang dilakukan oleh pihaknya.
Bahkan, ia mengeklaim tampilannya memang seperti itu sebelum Rusia melakukan invasi terhadap Ukraina pada Februari lalu.
Baca: Video Konvoi Militer Rusia Disergap Pasukan Ukraina di Jalanan Mariupol hingga Kendaraan Terbakar
"Kami belum menerapkan sejumlah perubahan terhadap citra satelit kami di Maps untuk sejumlah wilayah di Rusia," kata Genevieve
Google sendiri kabarnya memang memiliki kebijakan untuk menyensor sejumlah wilayah yang termasuk dalam kategori rahasia di layanan Google Maps.
Meski demikian, banyak juga area rahasia yang tidak diburamkan Google, dan bisa diakses publik dan pasukan militer lainnya di seluruh penjuru dunia.
Terkait sikap perusahaan terhadap Rusia sendiri, Google juga merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan sanksi terhadap negara tersebut.
Namun, pihaknya mengaku tak melakukan sensor terhadap beberapa wilayah di Rusia.
Diinformasikan bahwa kabar sensor wilayah Rusia beredar luas di media sosial.
Disebutkan bahwa sejumlah wilayah sensitif dan fasilitas rahasia di Rusia tak dimunculkan di Google.
Gambar-gambar tersebut diduga diburamkan atau disensor oleh Google, supaya orang umum tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Namun hal itu dibantah oleh pihak Google. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Google Maps Tak Lagi Sensor Wilayah Militer Rusia, Benarkah?
# TRIBUNNEWS UPDATE # Google Maps # militer Rusia # citra satelit
Video Production: Dwi Adam Sukmana
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Angkatan Laut AS Konfirmasi Drone senilai Rp 4 Triliun Hilang di Teluk Persia saat Perang Lawan Iran
5 hari lalu
Tribunnews Update
Pesawat Nirawak Termahal dan Tercanggih AS MQ-4C Triton Hilang saat Intai Selat Hormuz, Data Bocor?
5 hari lalu
Tribunnews Update
Menteri Energi AS Tegas Bela Invasi ke Iran hingga Debat dengan DPR, Singgung Perang Rusia-Ukraina
5 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Ancam Blokade Laut Merah hingga Teluk, Balas Tindakan AS Kepung Jalur Pelayaran Selat Hormuz
5 hari lalu
Tribunnews Update
Debat Panas di Sidang Parlemen, DPR AS Kecam Ulah Sembrono Trump yang Bikin Negara Makin Miskin
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.