TRIBUNNEWS UPDATE
Uni Eropa Perberat Sanksi, Rusia Diputus dari Layanan Cryptocurrency, Punya Aset 130 Miliar Dolar AS
TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Uni Eropa (UE) memutuskan Rusia dari layanan Cryptocurrency sebagai buntut dari invasinya ke Ukraina.
Uni Eropa menyatakan akan menutup celah potensial yang dapat digunakan oleh entitas dan individu Rusia untuk menggunakan aset digital sebagai upaya menghindari sanksi Barat.
Dewan Uni Eropa telah menambah sanksi baru ke Rusia yaitu larangan menyediakan layanan aset kripto bernilai tinggi ke negara tersebut.
Baca: Microsoft Ikut Lindungi Ukraina dengan Cara Memblokir Serangan Siber dari Rusia
Sanksi ini merupakan salah satu dari tiga sanksi keuangan yang diusulkan oleh Komisi Eropa, selain larangan transaksi dan pembekuan aset yang terhubung ke empat bank Rusia, serta larangan memberikan saran dan solusi kepada orang kaya Rusia.
Dikutip dari Cointelegraph.com, Minggu (10/4/2022), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengklaim Rusia memiliki aset kripto lebih dari 130 miliar dolar AS.
Pada Maret 2022, negara ini juga memiliki simpanan emas senilai 140 miliar dolar AS.
Komisi Eropa memasukan kripto sebagai bagian dari sanksi yang ditargetkan terhadap Rusia dan Belarusia, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.
Baca: Penampakan Konvoi Militer Rusia Menuju Kharkiv Dilengkapi Artileri Kendaraan Lapis Baja
Sedangkan Amerika Serikat, melalui Departemen Keuangan AS memperingatkan perusahaan serta individu di negaranya agar tidak memfasilitasi transaksi kripto yang bersangkutan dengan warga atau Bank Rusia tertentu.
Sementara itu, anggota Komisi Eropa terus mengisyaratkan adanya kemungkinan aset kripto dijadikan alat untuk menghindari sanksi.
Selain itu, ekspor minyak dan gas dari Rusia ke negara-negara anggota Uni Eropa juga dapat menjadi sumber pendapatan utama Rusia untuk membiayai pasukan militer mereka.
Untuk itu, Dewan Uni Eropa juga menerapkan larangan impor batubara dari Rusia, namun tidak menyebut adanya larangan terhadap minyak dan gas dari Rusia.
Baca: Tentara Rusia Disebut Awalnya Bersikap Ramah, tapi Berubah Menjarah Harta Benda Warga
Kongres AS sendiri, telah meloloskan undang-undang pada Kamis (7/4/2022) kemarin, untuk melarang impor minyak dan gas dari Rusia. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sanksi Terus Bertambah, Uni Eropa Memutus Rusia dari Layanan Cryptocurrency
# TRIBUNNEWS UPDATE # Uni Eropa # Rusia # sanksi # cryptocurrency # Ukraina
Reporter: sara dita
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
KAPAL RUSIA TIBA DI INDONESIA, Kolaborasi Maritim Penguatan Hubungan Militer Bilateral
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Sikap Menlu Sugiono soal Prajurit TNI Gugur Diserang Israel saat Jalani Misi Perdamaian di Lebanon
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Noel Pose "Dua Jempol" Desak Pimpinan KPK Mundur, Akui Susun Rencana Besar bersama Gus Yaqut
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Purnawirawan TNI Gugat Polda Metro Jaya Buntut Kasus Ijazah Jokowi, Dinilai Lalai & Tak Profesional
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Komnas HAM Pastikan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Sama antara Polda dan TNI
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.