Rabu, 8 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Uni Eropa Perberat Sanksi, Rusia Diputus dari Layanan Cryptocurrency, Punya Aset 130 Miliar Dolar AS

Senin, 11 April 2022 08:21 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Uni Eropa (UE) memutuskan Rusia dari layanan Cryptocurrency sebagai buntut dari invasinya ke Ukraina.

Uni Eropa menyatakan akan menutup celah potensial yang dapat digunakan oleh entitas dan individu Rusia untuk menggunakan aset digital sebagai upaya menghindari sanksi Barat.

Dewan Uni Eropa telah menambah sanksi baru ke Rusia yaitu larangan menyediakan layanan aset kripto bernilai tinggi ke negara tersebut.

Baca: Microsoft Ikut Lindungi Ukraina dengan Cara Memblokir Serangan Siber dari Rusia

Sanksi ini merupakan salah satu dari tiga sanksi keuangan yang diusulkan oleh Komisi Eropa, selain larangan transaksi dan pembekuan aset yang terhubung ke empat bank Rusia, serta larangan memberikan saran dan solusi kepada orang kaya Rusia.

Dikutip dari Cointelegraph.com, Minggu (10/4/2022), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengklaim Rusia memiliki aset kripto lebih dari 130 miliar dolar AS.

Pada Maret 2022, negara ini juga memiliki simpanan emas senilai 140 miliar dolar AS.

Komisi Eropa memasukan kripto sebagai bagian dari sanksi yang ditargetkan terhadap Rusia dan Belarusia, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca: Penampakan Konvoi Militer Rusia Menuju Kharkiv Dilengkapi Artileri Kendaraan Lapis Baja

Sedangkan Amerika Serikat, melalui Departemen Keuangan AS memperingatkan perusahaan serta individu di negaranya agar tidak memfasilitasi transaksi kripto yang bersangkutan dengan warga atau Bank Rusia tertentu.

Sementara itu, anggota Komisi Eropa terus mengisyaratkan adanya kemungkinan aset kripto dijadikan alat untuk menghindari sanksi.

Selain itu, ekspor minyak dan gas dari Rusia ke negara-negara anggota Uni Eropa juga dapat menjadi sumber pendapatan utama Rusia untuk membiayai pasukan militer mereka.

Untuk itu, Dewan Uni Eropa juga menerapkan larangan impor batubara dari Rusia, namun tidak menyebut adanya larangan terhadap minyak dan gas dari Rusia.

Baca: Tentara Rusia Disebut Awalnya Bersikap Ramah, tapi Berubah Menjarah Harta Benda Warga

Kongres AS sendiri, telah meloloskan undang-undang pada Kamis (7/4/2022) kemarin, untuk melarang impor minyak dan gas dari Rusia. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sanksi Terus Bertambah, Uni Eropa Memutus Rusia dari Layanan Cryptocurrency

# TRIBUNNEWS UPDATE # Uni Eropa # Rusia # sanksi # cryptocurrency # Ukraina

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: sara dita
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Uni Eropa   #Rusia   #sanksi   #cryptocurrency   #Ukraina

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved