Terkini Daerah
Tradisi Teut Apam dan Teut Meugang, Cara Warga Aceh di Kaltara Sambut Datangnya Ramadan
TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Meski berada di tanag rantau Kaltara, warga Aceh tetap tak melupakan tradisi turun-temurun yang sudah diwariskan nenek moyang.
Tradisi Teut Apam dan Meugang, adalah kegiatan yang kerap dilakukan warga Aceh menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kata Hamid Amren yang merupakan Ketua Pengurus Cabang Taman Iskandar Muda Kaltara, wadah berkumpulnya warga Aceh di Kaltara, memang setiap menjelang Ramadan, Tradisi Teut Apam dan Meugang selalu wajib dilakukan.
Momen berkumpulnya memilih waktu luang warga Aceh mengingat semua serba dipenuhi kesibukan bekerja.
“Hari ini kami lakukan salah satu adat istiadat di Aceh setiap menjelang puasa. Selalu ada acara teut apam dan meugang. Jadi hari ini momennya semuaa orang Aceh di Kaltara ada yang datang dari Bulungan ada dari Bunyu berkumpul di Tarakan dalam rangka ukhuwah bersama sesama masyarakat Aceh di Kaltara,” urai Hamid Amren yang juga saat ini menjabat sebagai Sekda Tarakan.
Baca: Bangun Balai POM, Zainal A Paliwang Sebut Pemprov Kaltara Siap Hibahkan 20.000 Meter Persegi Lahan
Di momen meugang bersama itu, ada makanan khas yang dihidangkan seperti daging kuah beulangoung, ada daging rebus, ada daging ayam tangkap, jus timun dan kue apam khas dari Aceh.
“ Makanan khas disajikan kepada anak-anak kita, kepada keluarga dan saudara dan memiliki suami atau istri bukan orang Aceh, anaknya sudah lahir di Tarakan tidak tahu bagaimana adat istiadat Aceh, ini yang ingin kami lestarikan kepada penerus warga Aceh di Kaltara,” urainya.
Merawat adat istiadat atau tradisi warisan budaya Aceh sangat penting dilakukan lanjut Hamid Amren. Seperti pepatah mengatakan Mati anak ada kuburannya, mati adat kita harus cari ke mana.
“Artinya dalam bahasa Aceh, ‘mati aneuk meupakarat, mati adat ho ka mita’. Artinya ketika adatnya tidak ada mau cari ke mana. Saya kira tidak hanya Aceh, orang Tidung, Bugis, Jawa, Dayak, Madura, Ambon semua akan lestarikan adat istiadat budaya sendiri,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, bagaimanapun sebagai bagian dari warga Aceh, tradisi ini harus dirawat dan merupakan khazanah kekayaan bangsa Indonesia.
Baca: Pemprov Kaltara Isyaratkan Lanjutkan Bangun KBM Tanjung Selor, Begini Kondisi Jalan di Lokasi
“Hari ini kami berkumpul semua dalam kegembiraan. Makan bersama, mudahan ini juga untuk memperkuat ukhuwah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriah tahun ini,” urainya.
Pria yang dilantik di akhir 2021 kemarin sebagai Ketua Pengurus Cabang Taman Iskandar Muda Kaltara ini menuturkan, di Aceh, ada tiga kali tradisi meugang yang dilakukan dalam setahun.
“Pertama menjelang puasa, kemudian lebaran puasa dan lebaran haji. Meugang itu di sana di tanah Aceh, potong sapi banyak-banyak. Dan setiap orang wajib beli sapi,” ujarnya.
Wajib di sini beberkannya dalam istilah adat. Bukan istilah agama.
“Bukan seekor. Minimal satu kilogram dibeli. Jadi semua orang beli daging kemudian dibawa pulang ke rumah lalu dimasak bahkan banyak yang udang tetangga untuk makan bersama,” urainya.
Jika ia saat ini misalnya berada di kampung halaman di Aceh, di momen hari meugang, baru keluar dari rumah, saat tetangga melihat pasti dipanggil untuk makan bersama.
“Pasti dipanggil masuk makan, atau kenduri. Inilah hari ini, kami kumpul beli daging dan makan bersama supaya terasa ikut merayakan tradisinya walau jauh dari Aceh,” pungkasnya. (*)
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Bantuan Daging Meugang dari Presiden Prabowo Diduga Dimarkup, DPRK Bener Meriah Digeruduk
Jumat, 6 Maret 2026
Live Update
Daging Meugang Bantuan Presiden Busuk saat Diterima Warga Aceh Singkil, Terpaksa Dibuang
Kamis, 19 Februari 2026
LIVE UPDATE
Resmi Dikukuhkan, DKW PKB Kalimantan Utara Targetkan Tembus 19 Kursi dalam Pemilu 2029
Minggu, 15 Februari 2026
LIVE UPDATE
Penggeledahan 8 Jam, Tim Kejati Kaltara Sita Dokumen 4 OPD Pemprov Terkait Kasus Pertambangan
Kamis, 12 Februari 2026
Live Update
Gubernur Kaltara Pukul Gong, Buka Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Pulau Sapi Malinau
Kamis, 29 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.