Terkini Nasional
Pro dan Kontra Kebijakan ODOL, Sopir Truk Minta Pemerintah Juga Peringatkan Perusahaan Barang
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah mematok target zero ODOL pada 2023.
Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menerapkan kebijakan pembatasan dan pelarangan truk ODOL.
Hal itu dikarenakan, pemerintah menilai ada banyak dampak negatif yang dapat disebabkan oleh kendaraan over dimension dan overload (ODOL), mulai kecelakaan lalu lintas fatal hingga rusaknya infrastruktur jalan raya.
Kebijakan tersebut kemudian menuai kontra dari para sopir truk.
Bahkan diketahui sebanyak 200 sopir melakukan aksi unjuk rasa di ruas Jalan Tol Purbaleunyi, untuk menolak kebijakan tersebut.
Ketua Komunitas sopir pick up Jawa Barat Agus Ardianto mengatakan, pihaknya bersama ratusan sopir truk meminta Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian untuk menanggapi tuntutan mereka secara formal mengenai kebijaksanaan dalam muatan (ODOL).
Menurutnya, muatan angkutan yang berlebih sehingga masuk kategori angkutan ODOL merupakan tuntutan dari pemilik barang, sedangkan mereka hanya sopir truk pengangkut.
“Karena ODOL itu bukan tuntutan kami, tapi yang punya barang. Menuntut kami harus bawa barang segitu, kalau tidak berani jadi kami tidak ada muatan,” ucap Agus dikutip dari Regional Kompas.com, Rabu (23/2/2022).
Baca: Kronologi Mobil SUV Tercebur di Sungai Desa Batang Sungai Ilir, Diduga Sopir Tak Lancar Mengemudi
Sementara itu, Agus Yuda, Ketua Asosiasi Pengemudi Nusantara mengatakan, secara pribadi ia mendukung keputusan pemerintah untuk melakukan pembatasan dan pelarangan truk ODOL.
“Terkait masalah kebijakan tentang ODOL, memang benar menimbulkan pro dan kontra.
Tapi jika kita melihat untuk Zero ODOL tahun 2023, secara tidak langsung pengemudi angkutan barang diselamatkan dari kerugian, yakni kerugian waktu, kerugian kerusakan barang atau armada, dan kerugian korban jiwa,” ucap Agus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/2/2022).
Meski dirinya mendukung kebijakan tersebut, Agus menegaskan, bahwa pemerintah harus adil dan tidak tebang pilih dalam proses penindakan dan penegakkan hukumnya.
Ia berharap pemerintah juga mengawasi para pemilik armada atau perusahaan barang sebagai pemilik kepentingan di balik adanya truk-truk ODOL.
“Jangan hanya pengemudinya saja yang mendapatkan hukuman, tetapi lebih ditekankan lagi kepada pemilik armada ataupun dari perusahan barang atau pemilik barang, karena selama ini pemilik barang tidak tersentuh dengan hukum. Itu yang saya harapkan dari pemerintah,” kata dia.
Agus juga berharap, masyarakat bisa paham apa yang selama ini menjadi dilema para pengemudi truk.
Sehingga saat terjadi kecelakaan lalu lintas, tidak serta merta menyalahkan pengemudi angkutan barang.
“Sebab, dalam hal ini yang menjadi korban dan imbas dari kepentingan para pengusaha itu adalah pengemudi truk,” kata dia. (TRIBUN-VIDEO.COM/KOMPAS.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sopir Truk Setuju Aturan ODOL, Asal Pemerintah Tidak Tebang Pilih
# sopir truk # truk ODOL # Purbaleunyi
Sumber: Kompas.com
Live Tribunnews Update
Polisi Tangkap Satpam & Pengawas SPBU di Palembang Buntut Penikaman yang Tewaskan Sopir Truk
Jumat, 3 April 2026
Live Tribunnews Update
Kronologi Sopir Truk Tewas Ditikam 2 Petugas SPBU di Palembang usai Cekcok gegara Pompa Solar Mati
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Sopir Truk Tewas Ditikam usai Cekcok gegara Solar di SPBU Palembang, Pengawas & Satpam Ditangkap
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Pengakuan Sopir Truk saat Laka 9 Kendaraan di Tol Cipularang yang Tewaskan 2 Orang: Rem Blong
Jumat, 6 Maret 2026
Terkini Daerah
Nasib Sopir seusai Truk Nyangkut dan Dihantam Kereta Bandara di Stasiun Poris: Syok Dengar Sirine
Jumat, 20 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.