Rabu, 15 April 2026

Terkini Daerah

Mulai Besok Perajin Tahu Tempe Setop Jual dan Produksi 3 Hari

Sabtu, 19 Februari 2022 17:12 WIB
Tribun Banten

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUN-VIDEO.COM, SERANG - Sejumlah perajin tahu di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, bakal menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari pada 21-23 Februari 2022.

Aksi tersebut menindaklanjuti surat pemberitahuan dari Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) pada 15 Februari 2022.

Aksi mogok produksi dan jualan tempe tahu ini menyikapi tingginya harga kedelai yang tak kunjung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Aksi mogok produksi dan jualan tempe tahu ini menyikapi tingginya harga kedelai yang tak kunjung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Produsen tidak bisa menaikkan harga jual dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil.

Rahmat, seorang produsen tahu asal Pandeglang, akan menghentikan produksi tahu dan tempe mulai Minggu (20/2/2022).

Baca: Akibat Kenaikan Harga Kedelai, Para Produsen Tahu Tempe di Kampung Tempe Sunter Menjerit

Dia memproduksi tahu di Kecamatan Pamarayan dan memasoknya untuk pasar wilayah Pamarayan.

Untuk sekali produksi tahu, Rahmat bisa menghabiskan delapan kuintal kedelai.

Rahmat tetap akan berkomitmen bersama produsen lainnya dengan aksi mogok produksi, agar pemerintah menekan harga bahan pokok pembuatan tahu dan tempe.

Dia mengaku tidak tega jika masyarakat bakal kelimpungan mencari stok tempe dan tahu selama tiga hari ke depan.

"Ini bagian dari sikap koperasi produsen agar pemerintah lebih serius menanganinya. Sekarang saja saya beli kedelai Rp 11.500 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 9.000," ucapnya di tempat pengolahan tahu, Sabtu (19/2/2022).

Menurut Rahmat, pihaknya masih melakukan produksi tahu dari delapan kuintal kedelai dibantu tujuh pekerjanya.

Baca: Bikin Pengusaha Tempe & Tahu Kesulitan, Ternyata Ini Penyebab Harga Kedelai Melambung Tinggi

"Hari ini masih produksi, buat besok dikirimkan ke Pasar Pamarayan," katanya.

Selain itu, pria berusia 54 tahun ini mengaku tidak mengurangi ukuran tahu serta tidak menaikan harga.

Dia khawatir jika hal itu dilakukan, akan membebani masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau di lingkungan kampung susah mau dikecilin ukurannya atau dinaikin harganya malah yang ada nanti engga laku," ujarnya.

Harga kedelai yang terus melambung sangat memberatkan Rahmat.

Dia berharap kondisi ini jangan sampai berlarut-larut tanpa ada penanganan dan solusi dari pemerintah.

"Ya kan rakyat kecil lagi yang kena kalau udah gini, tiga hari kita mogok mau makan apa, karyawan mau dikasih makan pakai apa nanti," katanya

.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul BREAKING NEWS: Mulai Besok Perajin Tahu Tempe Pamarayan Hentikan Produksi, Setop Jualan 3 Hari

# perajin tahu # Harga Kedelai naik # Kabupaten Serang # tempe

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribun Banten

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved