Wiki Update
Dugaan Kekerasan Polisi Terhadap Warga Desa Wadas, Komnas HAM Minta Aparat yang Bertugas Ditarik
TRIBUN-VIDEO.COM - Komnas HAM mengecam dugaan kekerasan yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Insiden tersebut berujung ditangkapnya sejumlah warga Wadas yang menolak proyek pembangunan waduk atau bendungan Bener.
Komnas HAM meminta Polda Jawa Tengah untuk menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas dan melakukan evaluasi, bukan menakut-nakuti.
Melalui keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Komnas HAM mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga.
Termasuk pendamping hukum warga Wadas yang menolak desanya dijadikan lokasi penambangan quarry.
Tak hanya itu, Komnas HAM juga menyesalkan adanya penangkapan terhadap sejumlah warga yang masih ditahan di Polres Purworejo.
Baca: Tangkap Puluhan Warga Wadas, Polisi Bantah Lakukan Kekerasan, Mabes Polri: Kegiatan Berjalan Lancar
Dalam keterangan pers tersebut, terdapat beberapa poin yang disampaikan oleh Komnas HAM.
Pertama, Komnas HAM meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk menunda pengukuran lahan milik warga Desa Wadas yang sudah setuju untuk pengukuran.
Kemudian yang kedua, Komnas HAM juga meminta kepada Polda Jawa Tengah untuk menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas, dan melakukan evaluasi total pendekatan yang dilakukan serta memberi sanksi kepada petugas yang terbukti melakukan kekerasan kepada warga.
"Polres Purworejo segera melepaskan warga yang ditahan di Kantor Polres Purworejo," tulis Komnas HAM dalam keterangan pers tersebut.
Baca: Merasa Jadi Tanggung Jawabnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temui Warga Wadas dan Minta Maaf
Komnas HAM akan memfasilitasi dialog yang seharusnya dilakukan oleh pihak pemerintahan Jawa Tengah dan pihak bersangkutan untuk mencari alternatif solusi permasalahan.
Selain itu, Komnas HAM juga meminta kepada semua pihak untuk menahan diri, menghormati hak orang lain, dan menciptakan suasana yang kondusif.
Sementara itu Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi membantah adanya anggota polisi yang melakukan penyerbuan masjid di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Menurutnya, polisi yang bertugas di sekitar masjid, ingin melindungi warga yang berada di masjid.
Kapolda Jateng menjelaskan, posisi anggota polisi yakni membelakangi masjid.
Ia menyebut saat itu hendak terjadi konflik antara warga yang berada di dalam dengan yang diluar masjid.
Pada saat itu, kata Ahmad Lutfi, yang duduk di dalam dan diluar akan terlibat kontak fisik.
(tribun-video.com/tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Kecam Tindakan Kekerasan yang Terjadi di Desa Wadas: Tarik Aparat yang Bertugas
# Wiki Update # Desa Wadas # Purworejo # Polda Jateng # Ganjar Pranowo # Kabupaten Purworejo # Wadas Melawan
Reporter: sara dita
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
tribunnews update
Ledakan Mercon Lukai 5 Orang dan Hancurkan Rumah di Purworejo, Terjadi saat Korban Racik Bahan
Sabtu, 21 Maret 2026
Tribunnews Update
Nasib 6 Matel Rampas Paksa Mobil di Tol Kaligawe Semarang Diringkus Polisi, Terancam Hukuman Berat
Kamis, 26 Februari 2026
Viral
VIRAL TRUK MUATAN KOSONG DILARANG ISI SOLAR! Petugas SPBU di Purworejo Cuma Jalankan Perintah Atasan
Jumat, 20 Februari 2026
Nasional
Anies Baswedan Blak-Blakan Pernah Diikuti Intel, Sebut Fenomena Buang-buang Sumber Daya
Senin, 2 Februari 2026
LIVE UPDATE
Pastikan Kampung Nelayan Merah Putih Aman, Anggota DPD RI Abdul Kholik Terjun ke Lokasi di Purworejo
Kamis, 8 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.