Minggu, 19 April 2026

Wiki Update

Dugaan Kekerasan Polisi Terhadap Warga Desa Wadas, Komnas HAM Minta Aparat yang Bertugas Ditarik

Rabu, 9 Februari 2022 19:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Komnas HAM mengecam dugaan kekerasan yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Insiden tersebut berujung ditangkapnya sejumlah warga Wadas yang menolak proyek pembangunan waduk atau bendungan Bener.

Komnas HAM meminta Polda Jawa Tengah untuk menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas dan melakukan evaluasi, bukan menakut-nakuti.

Melalui keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Komnas HAM mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga.

Termasuk pendamping hukum warga Wadas yang menolak desanya dijadikan lokasi penambangan quarry.

Tak hanya itu, Komnas HAM juga menyesalkan adanya penangkapan terhadap sejumlah warga yang masih ditahan di Polres Purworejo.

Baca: Tangkap Puluhan Warga Wadas, Polisi Bantah Lakukan Kekerasan, Mabes Polri: Kegiatan Berjalan Lancar

Dalam keterangan pers tersebut, terdapat beberapa poin yang disampaikan oleh Komnas HAM.

Pertama, Komnas HAM meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk menunda pengukuran lahan milik warga Desa Wadas yang sudah setuju untuk pengukuran.

Kemudian yang kedua, Komnas HAM juga meminta kepada Polda Jawa Tengah untuk menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas, dan melakukan evaluasi total pendekatan yang dilakukan serta memberi sanksi kepada petugas yang terbukti melakukan kekerasan kepada warga.

"Polres Purworejo segera melepaskan warga yang ditahan di Kantor Polres Purworejo," tulis Komnas HAM dalam keterangan pers tersebut.

Baca: Merasa Jadi Tanggung Jawabnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temui Warga Wadas dan Minta Maaf

Komnas HAM akan memfasilitasi dialog yang seharusnya dilakukan oleh pihak pemerintahan Jawa Tengah dan pihak bersangkutan untuk mencari alternatif solusi permasalahan.

Selain itu, Komnas HAM juga meminta kepada semua pihak untuk menahan diri, menghormati hak orang lain, dan menciptakan suasana yang kondusif.

Sementara itu Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi membantah adanya anggota polisi yang melakukan penyerbuan masjid di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Menurutnya, polisi yang bertugas di sekitar masjid, ingin melindungi warga yang berada di masjid.

Kapolda Jateng menjelaskan, posisi anggota polisi yakni membelakangi masjid.

Ia menyebut saat itu hendak terjadi konflik antara warga yang berada di dalam dengan yang diluar masjid.

Pada saat itu, kata Ahmad Lutfi, yang duduk di dalam dan diluar akan terlibat kontak fisik.

(tribun-video.com/tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Kecam Tindakan Kekerasan yang Terjadi di Desa Wadas: Tarik Aparat yang Bertugas

# Wiki Update # Desa Wadas # Purworejo # Polda Jateng # Ganjar Pranowo # Kabupaten Purworejo # Wadas Melawan

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: sara dita
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved