Klik Aplikasi Nyayur, Sayuran Datang ke Rumah Tak Perlu ke Pasar
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiyawan
TRIBUN-VIDEO.COM, SALATIGA - Manisnya kue bisnis online yang terus berkembang turut dinikmati Arfi'an Fuadi.
Pendiri Dtech Engeneering ini mengembangkan marketplace yang khusus menyediakan sayur mayur sebagai penghasil pundi-pundi rupiah.
Arfi'an meluncurkan aplikasi Nyayur untuk memudahkan ibu-ibu rumah tangga berbelanja sayur dari beragam tukang sayur yang tergabung sebagai penjual di pasar online itu.
"Ini aplikasi yang memberi solusi bagi tukang sayur keliling dan konsumen, terutama ibu-ibu yang tak perlu lagi menunggu tukang sayur keliling datang," ungkap Arfi'an, Rabu (12/7/2017).
Arfi'an mengatakan, aplikasi Nyayur yang diluncurkan dua bulan lalu itu dapat diunduh di Google Playstore.
Selain beragam sayur, tersedia pula buah, bumbu, lauk pauk, sembako, sabun cuci, keperluan mandi, kopi, teh, susu, makanan dan minuman cepat saji.
Ada juga promo. Pembeli tinggal mengklik produk yang ingin dibeli dan secara otomatis akan masuk ke dalam keranjang belanjaan.
Selanjutnya, klik menu kirim order dan pilih waktu pengantar.
Barang belanjaan pun akan dikirim ke alamat rumah sesuai waktu yang dipilih.
"Pembayaran dilakukan secara tunai saat barang diantar. Untuk area Salatiga, gratis ongkos kirim untuk pembelian minimal Rp 15 ribu," kata dia.
Aplikasi ini tak hanya ada di Salatiga.
CEO Nyanyur, Fajar Budi Laksono mengatakan, aplikasi itu sudah tersedia bagi pelanggan sayur di Malang (Jatim), Yogyakarta, dan Bogor (Jabar).
Di Salatiga, aplikasi ini sudah diunduh 2.500 orang dan 500 di antaranya telah menjadi pelanggan.
Setiap hari, rata-rata ada 13 pelanggan yang memanfaatkan jasa market place ini.
Mereka terbuka dan mempersilakan pedagang sayur keliling yang tertarik bergabung di pasar online ini.
Adapun, Anna Istianah (35), ibu rumah tangga warga Jalan Pudak Sari, Kampung Karang Duwet, Kutowinangun Lor, Tingkir, Salatiga, adalah satu di antara pelanggan.
Ia sudah sekitar 2 bulan terakhir menjadi pelanggan Nyayur Salatiga.
Selama kurun waktu itu, ia belum mengalami kendala atas layanan aplikasi tukang sayur online itu.
Justru banyak keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan aplikasi itu.
"Yang pasti berbeda dengan tukang sayur keliling. Kini saya tidak perlu bingung lagi mengelilingi keranjang tukang sayur, berpanas-panasan. Waktu kehadiran sayuran yang saya pesan pun sesuai waktu yang saya tentukan," paparnya.
Anna menyatakan, penggunaan aplikasi itupun cukup mudah, selama smartphone saya memiliki jaringan internet.
"Tak hanya sayur, di aplikasi itu pengguna juga dapat berbelanja produk seperti buah-buahan, lauk pauk, makanan cepat saji, hingga perlengkapan mandi dan mencuci," ucapnya.
Senada diungkapkan pelanggan lain, Karina (37), warga Cengek, Tingkir Lor, Tingkir, Salatiga.
Ia sudah sangat merasakan kemudahan dan kenyamanan berbelanja kebutuhan untuk memasak melalui aplikasi Nyayur.
"Kini tidak perlu lagi menunggu tukang sayur keliling yang datangnya tidak tentu. Barang yang dibawa tukang sayur keliling pun belum tentu sesuai yang diharapkan," ujarnya.
Menurut dia, pelanggan cukup menyiapkan uang sesuai dengan harga di daftar pesanan pada jam yang telah ditentukan.
Waktu kehadirannya pun sudah pasti.
"Semua barang yang dipesan masih segar, gratis ongkos kirim pula," tutur pengusaha makanan itu.(*)
Berita ini pernah tayang di Tribunjateng berjudul: Belanja Sayur Tak Lagi Harus ke Pasar. Klik Aplikasi Ini, Sayur pun Datang ke Rumah
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Jateng
LIVE UPDATE
100 Warga Binaan RSBK Madiun Dilatih Bertani Sayur, Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Ladangku
Jumat, 1 Mei 2026
Regional
Pengirim Bahan MBG yang Gunakan Motor Angkut Sayuran Kelelahan & Tewas di Pinggir Jalan Bangkalan
Kamis, 15 Mei 2025
Nasional
Detik-detik Pria di Bekasi Palak Pedagang hingga Tendang Sayuran yang Dijual, Berakhir Dibui
Jumat, 4 April 2025
Viral News
Curhatan Yassierli soal Driver Ojol Minta THR: Sebelum Menteri, Saya Pelanggan Setia Aplikasi Online
Senin, 17 Februari 2025
Regional
Gara-gara Harga Anjlok, Petani Pilih Babat Habis Tanaman Kangkung di Musi Rawas: Jadi Pakan Ternak
Minggu, 27 Oktober 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.