Senin, 13 April 2026

TERKINI NASIONAL

Beredar Kabar Temuan Covid-19 Varian Omicron di Bekasi, Ini Kata Dinkes

Jumat, 10 Desember 2021 11:39 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hasil itu didapat dari pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang terus dilakukan pemerintah secara intensif.

"Informasi ini sekaligus mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang mengatakan adanya pasien yang terpapar varian baru Omicron," ujar Nadia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/12/2021).

"Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan jangan sampai lengah dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat," ucap Nadia.

Sebagai antisipasi, pemerintah terus memaksimalkan tes deteksi virus SARS-COV2 menyebab Covid-19 atau Whole Genome Sequencing (WGS).

Setiap bulan sebanyak 1.500-1.800 sampel dites sebagai upaya deteksi varian baru.

Untuk diketahui, lebih dari 40 negara telah mengindentifikasi varian Omicron di negara mereka, setelah pada 26 November 2021 lalu, WHO menetapkan varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan sebagai varian of concern atau varian yang diwaspadai.

Nadia menekankan pentingnya masyarakat dalam menjaga prokes 3M, vaksinasi, membatasi mobilitas, dan penguatan 3T.

"Hal ini penting dilakukan. Dengan Presidensi G20 2022 kita tunjukan bagaimana Indonesia bisa bekerja dengan baik. Kalau bisa, Indonesia menjadi negara pertama yang keluar dari situasi pandemi. Ini butuh kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat," kata Nadia beberapa waktu lalu.

Baca: 20 ABK Asal Vietnam Terpapar Covid-19, KKP Samarinda Belum Pastikan Varian Omicron

Dinkes DKI Tegaskan Varian Omicron Belum Ditemukan di Jakarta

Pemprov DKI menyatakan kabar di media sosial mengenai temuan 4 kasus virus Corona varian Omicron adalah informasi tidak benar alias hoaks.

Berdasarkan hasil klarifikasi Litbangkes Kementerian Kesehatan pada Rabu (8/12/2021) hingga sekarang virus varian baru tersebut belum ditemukan di ibu kota.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan mereka secara aktif melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap harinya untuk mendeteksi varian virus corona.

"Setidaknya sudah 2.500 spesimen diperiksa dan 40 persen di antaranya adalah variant of concern dan sejauh ini tidak ditemukan varian Omicron," kata Widyastuti dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/12/2021).

Adapun Dinkes DKI secara periodik mendapat hasil pemeriksaan WGS, dan sampai sekarang belum ditemukan varian Omicron.

Dinkes DKI sendiri mengapresiasi pemerintah pusat yang memperpanjang masa karantina pelaku perjalanan luar negeri selama 10 dan 14 hari, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran varian Omicron.

"Penguatan surveilans WGS dan 3T terus ditingkatkan, selain upaya 6M dan vaksinasi yang optimal," jelasnya.

Baca: Kabar 4 Orang Positif Covid-19 Varian Omicron di Bekasi Adalah Hoaks, Ini Penjelasan Dinkes

Apa Itu Varian Omicron?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menamai varian baru virus corona B.1.1529 sebagai "Omicron".

Pengumuman itu dikelurakan pada hari Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa varian itu sangat menular dan dapat mengurangi kemanjuran vaksin.

Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1 ini "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "sangat tidak biasa" dalam jumlah mutasinya.

B.1.1529 memiliki 32 mutasi yang terletak di protein lonjakannya, termasuk E484A, K417N dan N440K, yang bisa membantu virus lolos dari deteksi antibodi.

Mutasi lain, N501Y, tampaknya meningkatkan kemampuan virus untuk masuk ke sel kita, membuatnya lebih mudah menular.

Melalui Twitter, Dr Peacock menulis bahwa varian "sangat, sangat harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan" yang dapat berarti bahwa varian itu lebih menular daripada varian lain yang sudah ada.

Tetapi Dr Peacock mengatakan bahwa dia "berharap" variannya akan berubah menjadi salah satu dari "kluster aneh" saja dan tidak akan menular seperti yang ditakuti.

Sementara itu, Prof Balloux mengatakan bahwa "sulit untuk memprediksi seberapa menularnya varian ini sekarang."

Ia menjelaskan: "Untuk saat ini, varian itu harus dipantau dan dianalisis dengan cermat, tetapi tidak ada alasan untuk terlalu khawatir, kecuali jika frekuensinya mulai meningkat dalam waktu dekat."

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenkes Bantah Kabar Temuan Covid-19 Varian Omicron di Bekasi

# Kemenkes # Varian Omicron # Kasus Pertama Varian Omicron di Indonesia

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved