Selasa, 12 Mei 2026

Usaha Beras Oplosan di Wonoayu Digrebek

Sabtu, 27 Mei 2017 09:32 WIB
Surya

Laporan Wartawan Surya, Irwan Syairwan

TRIBUN-VIDEO.COM, SIDOARJO - Prinsip pengusaha jujur tidak ada pada diri M Iwan (34). Warga Dusun Lumbang, Desa Sawocangkring, Wonoayu, ini memalsukan beras oplosan dan menjualnya menjadi beras bermerek. Bahkan, usaha oplosan beras ini sudah dilakukan orangtua Iwan beberapa tahun lalu.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, mengatakan ratusan karung beras yang disimpan digudang Iwan semuanya beras oplosan.

"Lebih dari separo pada tiap karungnya adalah beras oplosan," kata Harris saat menggelar rilis kasus perkara, Jumat (26/5/2017).

Harris menuturkan beras oplosan tersebut berasal dari beras subsidi prasejahtera (rastra). Beras rastra ini didapat dengan cara membeli atau menukar dari warga.

Beras rastra yang berkualitas rendah itu kemudian dibersihkan dengan mesin. Setelah bersih, beras oplosan dimasukan ke dalam karung. Kemudian ditambahkan beras kualitas bagus di atasnya.

Harris mengungkapkan cara mengemas seperti ini dilakukan untuk mengelabui para pembeli ketika Iwan akan menjual beras oplosan tersebut. Beras oplosan ini dijual kepada toko kelontong dan penjual nasi goreng di daerah Sepanjang dan Krian.

"Kemasan beras berbagai bermerek didapat pelaku dengan cara membeli di loakan. Pelaku sudah empat tahun menjalankan usaha oplosan beras ini," sambungnya.

Pembersihan beras rastra tersebut diduga menggunakan bahan kimia. Sebab, beras rastra yang ada di tiap karungnya berwarna putih bersih.

Harris menyatakan akan memeriksa baham pembersih beras tersebut.

"Untuk sementara, baru satu tersangka saja," ujarnya.

Salah satu beras yang dioplos adalah merek Raja Lele. Di pasaran, beras tersebut berkisar Rp 9.000 per kg. Beras oplosan Raja Lele dijual Iwan dengan harga Rp 7.000 per kg.

Dari mengoplos beras ini, Iwan bisa mendapatkan hampir Rp 70 juta per tahunnya.

"Kepada tersangka kami kenakan lima pasal berlapis tentang perdagangan, perlindungan konsumen, KUHP, serta tindak pidana korupsi," ucapnya.

Kepada petugas, Iwan mengaku hanya meneruskan usaha orangtuanya yang juga mengoplos beras.

"Tiga tahun lalu ayah saya sakit, kemudian saya yang menggantikan," tandasnya.(*)

Tonton juga:

Detik-detik Bom Mobil Meledak di Tengah Jalan dan Tewaskan 8 Orang

Pengendara Sepeda Motor Ini Lakukan Hal tak Terduga di Tengah Jalan

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Surya

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved