Kamis, 9 April 2026

Madu Kelulut Dari Desa Ulin Diminati Hingga ke Malaysia

Jumat, 26 Mei 2017 18:00 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Madu kelulut bagi sebagian orang mungkin terasa asing didengar. Madu ini memiliki ciri khas dengan rasa manis bercampur masam.

Bentuk sarangnya unik tidak seperti lebah biasa. Bentuknya seperti susunan bukit-bukit berukuran kecil dan bergelombang.

Cara memanen madunya dilakukan dengan cara disedot dengan selang kecil. Jenis lebahnya juga berukuran kecil dan tidak menyengat.

Perlahan namun pasti, pembudidayaan lebah kelulut ini dilakukan dengan serius di wilayah Desa Ulin Kecamatan Simfur, Hulu Sungai Selatan (HSS).

M Ari warga Desa Ulin menjadi pelopor pembudiyaan lebah ini sejak 2014 lalu.

Dalam tiga bulan sekali, dia sudah bisa penen madu kelulut.

"Awalnya mencoba langsung di batang pohon. Namun tidak bisa berkembang biak dengan baik. Selanjutnya diganti dengan kotak kayu, hasilnya juga tidak bagus," katanya, kemarin.

Selanjutnya dia melakukan variasi batang kayu dan kotak kayu sebagai rumah lebah kelulut menjadikan hasil yang lebih baik.

Satu liter madu kelulut bisa dijual Rp 500 ribu. Saat ini dia memiliki 50 sarang lebah. Semua sarang bisa dipanen dengan diatur jadwal massa panennya.

Untuk pemasarannya, dia sudah menggunakan sistem online dengan menggunakan facebook. Para pembelinya tidak hanya dari HSS, namun dari Banjarmasin, Kaltim, Jawa bahkan Malaysia.(Banjarmasin Post/Aprianto)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved