Minggu, 12 April 2026

Penampakan Tongkat Canggih Pendeteksi Objek, Lubang dan Genangan Air

Kamis, 25 Mei 2017 09:50 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Prihatin atas kondisi kalangan tunanetra, tiga siswa SMK Nurul Barqi Gunungpati, Kota Semarang, menciptakan alat bantu berjalan.

Tongkat khusus tunanetra yang mereka temukan itu inovatif, mampu mendeteksi lubang dan genangan air dalam jarak satu meter.

Kreasi ini mengantarkan Trimo Tugiono (16), M Abdul Malik (16), dan Maghfur Ramadhan (16) menjadi finalis Creanovation Awards 2017 di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), beberapa waktu lalu.

Adalah Rohmat Sudarmanto, guru pembimbing, yang mengajukan ketiganya menjadi peserta kontes tersebut.

Tonton juga:

5 Aksi Panggung Dewi Perssik yang Ramai Diperbincangkan di Dunia Maya

Detik Terakhir Sebelum Bom Meledak, Ariana Grande dan Fans Kompak Nyanyikan Lagu Pilu

Rohmat mengaku terkesan atas potensi ketiganya yang belum setahun mempelajari mekatronika, satu-satunya jurusan di sekolah ini.

Mekatronika adalah ilmu mekanika yang dikendalikan beberapa macam sistem, antara lain elektronika, hidrolika, dan preumatika.

"Saat saya umumkan ada kontes pada Januari lalu, ketiganya menghadap saya ingin mendaftar. Saya setuju dan Februari kami segera fokus menyempurnakan temuan ini," ujar Rohmat di kampus SMK Nurul Barqi, Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati, Jumat (12/5/2017).

Tongkat detektor sepanjang 1,2 meter itu dilengkapi beberapa sensor.
Ada sensor ultrasonik dan sensor air.

Komponen terpentingnya adalah alat bernama arduino microcontroller yang berfungsi menjalankan program pada detektor.
"Kami terus membenahi. Bisa dikatakan tongkat sensor ini 60 persen sempurna," terangnya.

Adapun Maghfur berharap, komponen yang digunakan bisa dibenahi pula.

Bertenaga baterai sembilan volt berjumlah tiga plus speaker, tongkat itu berat saat dibawa.

Dia dan dua temannya ingin komponen yang digunakan nanti diproduksi sendiri.

SMK Nurul Barqi berada di bawah yayasan milik lembaga amil zakat infaq sodaqoh (Lazis) milik PLN Jawa Tengah-DI Yogyakarta.
Sejumlah 92 siswanya merupakan anak-anak dari kalangan menengah ke bawah yang dijaring dari berbagai pelosok se-Jateng.

Sekolah ini dikepalai Yudono C. Antariksa, mantan guru Jurusan Mesin SMK Pembangunan sekaligus pencetus Jurusan mekatronika di Indonesia. Yudono bangga sekolah yang dipimpinnya itu mampu menorehkan prestasi dalam dua tahun terakhir.

Tahun lalu, sekolah ini muncul sebagai juara dalam kontes inovasi yang digelar Dinas Perindustrian Provinsi Jateng.
Siswa SMK Nurul Barqi didapuk menjadi yang terbaik setelah karyanya berupa mesin pakan ikan otomatis memuncaki penilaian dalam kontes. (Tribunjateng/Ponco Wiyono)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng

Tags
   #Semarang   #tuna netra

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved