Selasa, 5 Mei 2026

Terkini Daerah

Sejumlah Warga Menteng Tolak Nonton Bareng Film G30S/PKI

Kamis, 30 September 2021 18:11 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolsek Menteng, Kompol Gunarto, mengatakan pihaknya mendapati sejumlah spanduk yang berisi penolakan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Kompol Gunarto mengatakan, spanduk tersebut dipasang oleh warga, meski ia tidak menjelaskan identitas warga yang dimaksud.

"Itu warga yang lakukan pemasangan. Mereka tidak mau ada yang nonton bareng yang menyebabkan terjadinya kerumunan," ucap Gunarto saat ditemui di Polsek Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (29/9/2021), malam.

Lebih lanjut, kata Gunarto, spanduk yang terpasang di RT 12 itu dipasang warga sebagai bentuk suara dan keinginan sejumlah warga Menteng.

Baca: Cerita Saksi Hidup Peristiwa G30S/PKI, Yasin Pernah Dijanjikan Hidup Enak Bila Bergabung

Ia menilai, langkah sejumlah warga tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Menteng.

"Mereka tidak mau ikut-ikutan di tengah situasi PPKM saat ini. Apalagi virus Covid-19 belum hilang," ucap Gunarto.

Guna mencegah lonjakan kasus Covid-19, ujar Gunarto, Polsek Menteng akan melakukan patroli di wilayah untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah spanduk bertuliskan penolakan menonton film G30S/PKI juga terlihat di sejumlah wilayah di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Selasa (28/9/2021) malam kemarin hingga Rabu (29/9/2021), pagi.

Baca: Satpol PP Copot Sejumlah Spanduk Penolakan Nobar Film G30S/PKI yang Bertebaran di Sawah Besar Jakpus

Adapun pesan yang tertulis di spanduk-spanduk tersebut yakni 'Warga Kel Karanganyar Tolak Nobar Film G30S/PKI, 'Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga Mangga Dua Selt, 'Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga PS.BARU'.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Sawah Besar, Darwis Silitonga, mengatakan pihaknya menemukan spanduk tersebut saat melakukan operasi tertib masker rutin pada Selasa malam.

"Pencopotan itu kan gak ada urusan dengan (isi) spanduk ya, urusan kita copot spanduk karena ganggu ketertiban, ada enam titik. Sudah dicopot tadi antara pukul 08.00 hingga 09.00 pagi," ujar Darwis.

Adapun penemuan pemasangan spanduk itu telihat di enam lokasi di wilayah Sawah Besar, diantaranya di Pasar Baru, sekitar Wisma Antara, Mangga Dua, Stasiun Jayakarta, Pasar Gapok dan Jalan Samanhudi.

Baca: Catatan Kelam Pemberontakan G30S/PKI, Jenderal-jenderal Dibantai dan Dibuang ke Lubang Buaya

G30S PKI merupakan sebuah peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan Tjakrabirawa kepada enam jendral dan satu kapten pada 30 September 1965.

Ketujuh korban tersebut dibunuh dan dikuburkan pada sebuah sumur yang terletak di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Peristiwa memilukan itu pun akhirnya dibuatkan film dan disutradarai oleh Arifin C Noor dengan judul 'Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI'.

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, beberapa pengamat film menganggap bahwa film tersebut bukanlah bergenre dokumenter namun docudrama atau drama dokumenter.

Sedangkan untuk jalan ceritanya, film ini dibuat berdasarkan pada buku Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI karya sejarawan, Nugroho Notosutanto.

Proses produksi film ini pun sangat mahal untuk ukuran masa itu yaitu Rp 800 juta.

Namun saat Presiden Soeharto lengser pada Mei 1998, pemutaran film ini sudah tak wajib lagi ditayangkan.

Hal tersebut dikarenakan tujuan dari penayangannya memang untuk propaganda.

Kebijakan pemberhentian tersebut dimulai pada Oktober 1998.

"Karena itu tanggal 30 September, TVRI dan TV swasta lain tidak akan menayangkan lagi film G30S/PKI", kata Letnan Jendral (Letjen) Purnawirawan Yunus Yosfiah pada harian Kompas, 24 September 1998.

Untuk film G30S/PKI menceritakan tentang kudeta yang dilakukan oleh Kolonel Untung dan dibantu pasukan Tjakrabiirawa yang dilakukan pada 30 September 1965.

Secara alur, film ini menceritakan awal dari latar belakang peristiwa hingga dilancarkannya pembunuhan terhadap jenderal yang sudah diincar.

Pada film tersebut, terdapat tujuh jenderal yang harus terbunuh secara sadis dan salah satunya adalah Donald Isaac Pandjaitan yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Digambarkan jika sekelompok pasukan mengepung rumah DI Pandjaitan yang berada di Jalan Hassanudin No 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan membawa senjata laras panjang.

Pada saat yang bersamaan, Brigjen DI Panjaitan sedang berada di lantai dua sambil berkaca dengan mengenakan seragam lengkap.

Ternyata, pasukan tentara telah memasuki lantai 1 dan menembak perabotan.

Sontak, istri dan anak DI Panjaitan merasa ketakutan dan membuat dirinya turun secara perlahan untuk mengecek apa yang terjadi.

Ia pun mendatangi tempat ayahnya tertembak dan mengusapkan darah yang berceceran ke wajahnya.

Itulah salah satu adegan dari film G30S/PKI.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Ada Spanduk Penolakan Nonton Bareng Film G30S/PKI di Menteng Jakpus, Kapolsek: Warga yang Pasang

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: febrylian vitria cahyani
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved