Gak Ruwet Gak Ribet
Apa Itu Gerakan 'Intifada' Warga Palestina terhadap Israel?
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejarah mencatat, gerakan Intifada telah terjadi sebanyak dua kali.
Dikutip dari Kompas.com, Intifada pertama dimulai pada Desember 1987 dan berakhir pada September 1993.
Sedangkan Intifada kedua yang kerap disebut sebagai Intifada Al-Aqsa, dimulai pada September 2000 dan diyakini berakhir pada 2005.
Lantas, apa itu Intifada?
Intifada adalah gerakan perlawanan luas rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel.
Berikut sejumlah faktor penyebab utama yang memicu pecahnya Intifada Pertama, dilansir dari Britannica:
1. Perampasan tanah dan pembangunan pemukiman oleh Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza, setelah partai sayap kanan Likud menang pemilu pada 1977.
2. Meningkatnya represi Israel sebagai tanggapan atas meningkatnya protes Palestina setelah invasi Israel ke Lebanon pada 1982.
3. Munculnya kader-kader aktivis lokal Palestina baru yang menentang kepemimpinan Organisai Pembebasan Palestina (PLO).
4. Reaksi atas Israel terhadap Lebanon.
Faktor-faktor itulah yang menjadi pematik sehingga membuat kerusuhan berskala besar.
Muncullah pematik itu, pada 8 Desember 1987, kendaraan militer Israel mengejar mobil yang berisi empat pekerja Palestina di kamp pengungsi Jabalya, Utara Jalur Gaza.
Para perkerja tersebut terbunuh, kemudian memunculkan protes besar-besaran di Kalur Gaza dan Tepi Barat.
Warga Palestina kemudian memboikot setiap produk dan usaha Israel.
Perlawanan itu juga terwujud melalui perlawanan fisik dengan batu dan bom molotov.
Namun, militer dan polisi Israel membalasnya dengan lebih kejam.
Intifada Pertama ini berlangsung pada 1987 hingga 1993 identik dengan mobilisasi massa dan protes besar-besaran.
Pada 1988, PLO menerima persyaratan-persyaratan yang diajukan AS dalam dialog antara AS dengan Palestina.
Intifada terbukti merusak perpolitikan dan perekonomian Israel.
Setelah pemilu pada 1992, pemerintah baru Israel membawa mandat untuk merundingkan perdamaian, dengan mengubah taktik perjuangannya, PLO mulai meninggalkan cara keras dan mencoba cara-cara diplomasi.
Pada awal 1993, para perunding Israel dan PLO melakukan pembicaraan rahasia di Oslo, Norwegia.
Namun, ketika PLO mengubah perjuangannnya, oraninasi Hamas justru memilih berseberangan dengan PLO.
Hamas menolak kesepakatan untuk membatalkan pembicaraan damai, kelompok ini memulai serangkaian serangan bunuh diri terhadap sasaran Israel.
Sementara itu, Israel terus membangun permukiman di wilayah pendudukan dan Palestina mengimpor senjata dan membangun pasukan keamanan, dan keduanya sama-sama melanggar Kesepakatan Oslo.
Intifa kedua jauh lebih berdarah, gerakan perlawanan itu berlangsung sekitar 5 tahun sejak tahun 2000.
Pada Maret 2002, menyusul bom bunuh diri yang menewaskan 30 orang, tentara Israel melancarkan operasi militer untuk menduduki kembali tepi Barat dan sebagian Gaza.
Meski kekerasan hampir mereda pada akhir 2005, sejumlah kondisi dalam beberapa hal semakin memburuk.
Israel bahkan memberlakukan kontrol terhadap pergerakan barang dan warga Palestina.
Selain itu, otoritas Palestina kehilangan dukungan di tengah tuduhan korupsi yang meluas.
Adapun, disisi lain banyak warga Palestina sekarang beralih mendukung Hamas, yang memenangi pemilu 2006 dan mengambil alih kekuasaan di Gaza pada 2007.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Intifada, Perlawanan Luas Rakyat Palestina terhadap Israel
Reporter: Rusintha Mahayusanty N
Sumber: Kompas.com
Mancanegara
Ngerinya Nuklir Iran! Trump Sebut Bisa Hancurkan Negara Eropa Hanya dalam 2 Menit
Kamis, 16 April 2026
Mancanegara
Riuh! Anggota DPR Polandia Bentangkan Bendera Israel dengan Simbol Terlarang Disorot
Kamis, 16 April 2026
TRIBUNNEWS ON FOCUS
[FULL] Ancaman Kedaulatan di Balik Blanket Overflight, Pakar: Indonesia Berisiko Dipandang Sekutu AS
Kamis, 16 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Anggota DPR Polandia Bentangkan Bendera Israel dengan Simbol Nazi saat Sidang, Tel Aviv Marah Besar
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.