Gak Ruwet Gak Ribet
Apa Itu Awan Alto Cumulus? Ini Pengertian dan Proses Terbentuknya
TRIBUN-VIDEO.COM - Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan munculnya awan payudara atau awan mammatus di langit Sinjai , Sulawesi Selatan.
Nah, kali ini kita akan membahas awan Alto Cumulus.
Apa itu awan Alto Cumulus?
Dikutip dari Kompas.com, menurut Sue Nicholson dalam buku Intisari Ilmu Cuaca (2005), awan Alto Cumulus terdiri atas dua kata, yakni alto dan cumulus. Alto berasal dari Bahasa Latin, yakni altus yang berarti tinggi. Sedangkan cumulus berarti kumpulan.
Baca: Viral Video Penampakan Awan Payudara di Sinjai, Apakah Bahaya? Simak Penjelasan Ini!
Walaupun alto berarti tinggi, tetapi kelompok awan alto dikategorikan dalam jenis awan ketinggian sedang. Contohnya Alto Cumulus.
Dilansir dari laman resmi Metoffice.gov.uk, awan Alto Cumulus adalah petak awan pada tingkat menengah yang berbentuk gumpalan bulat.
Alto Cumulus tidak selalu berbentuk bulat, lantaran bergantung pada bentuk kemunculannya yang dipengaruhi kondisi atmosfer.
Biasanya awan ini berwarna putih agak sedikit kelabu.
Alto Cumulus terdiri dari campuran es dan air, sehingga memiliki bentuk yang halus dibandingkan dengan awan cumulus lainnya.
Ciri-ciri awan Alto Cumulus yakni:
1. Ukurannya kecil-kecil dan terkadang terlihat menggembung.
2. Warnanya ada yang putih dan campuran warna kelabu.
3. Bentuknya mengelompok dan jumlahnya banyak.
4. Tampilan awannya terlihat tipis dan memiliki bayangan.
5. Bentuk awannya seperti bola atau gumpalan yang agak tebal.
6. Awan ini sering muncul pada pagi hari.
Proses terbentuknya awan Alto Cumulus terdiri dari tiga hal:
- Terbentuk dari pecahnya awan alto stratus
- Adanya kantong udara lembab yang dingin akibat turbulensi yang lembut
- Daerah pegunungan yang dapat meghasilkan gelombang atmosfer
Baca: Viral Video Penampakan Awan Payudara di Sinjai, Apakah Bahaya? Simak Penjelasan Ini!
Proses terbentuknya awan Alto Cumulus secara ilmiah yakni diawali dengan naiknya air di ketinggian sedang, yang diikuti dengan kondesasi (perubahan uap air) yang tidak stabil, seperti dikutip dari University of Illinois Urbana-Champaign.
Kondesasi yang tidak stabil diakibatkan oleh udara yang terangkat secara bertahap. Kemudian, awan akan terbentuk dengan susunan lapisan yang beragam dan awannya berwarna putih keabuan.
Awan Alto Cumulus ini mempunyai beberapa jenis, di antaranya adalah:
1. Alto Cumulus stratiformis
Awan ini merupakan jenis awan alto cumulus yang paling umum. Bentuk awan ini seperti menggembung dengan bagian dasar yang datar dan rapat. Seringkali awan ini terlihat mengelompok dan jumlahnya sedikit, tetapi bisa meluas ke seluruh area langit.
2. Alto Cumulus lenticularis
Alto cumulus lenticularis dikenal juga sebagai awan lentikular. Sekilas, awan ini menyerupai bentuk UFO sehingga tak jarang disebut sebagai awan pesawat ruang angkasa.
Awan alto cumulus lenticularis berbentuk seperti lensa dengan massa awan tipis yang terpisah. Awan ini biasanya terbentuk di atas daerah perbukitan.
3. Alto Cumulus castellanus
Awan ini menjulang tinggi ke atas, terlihat seperti tembok atau kastil. Ukuran tingginya lebih dominan dibanding lebarnya, sehingga terlihat membengkak. Awan Alto Cumulus castellanus dapat menjadi penyebab pembentukan badai petir cumulonimbus.
4. Alto Cumulus floccus
Alto Cumulus floccus sering terlihat di samping Alto Cumulus castellanus. Ukuran awannya lebih kecil dan tidak beraturan. Awan ini sering ditemukan bergantung di bagian bawah awan virga (jalur prespitasi curah hujan). (Tribun-Video.com/Kompas.com)
Baca juga berita lain tentang awan payudara di sini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Awan Alto Cumulus: Pengertian, Jenis, Ciri dan Proses Terbentuknya
# Gak Ruwet Gak Ribet # awan payudara # alto cumulus # Sinjai
Reporter: Falza Fuadina
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Kompas.com
LIVE UPDATE
Mendadak 8.537 Penduduk Sinjai Terdampak Penonaktifan BPJS Kesehatan, Tak Dapat Pelayanan Gratis
Kamis, 12 Februari 2026
Live Update
Aktivis HMI MPO Demo, Geruduk DPRD dan Polres Sinjai Protes Tambang Ilegal
Minggu, 19 Oktober 2025
Live Update
Kasus Siswa Pukul Guru SMAN 1 Sinjai, Hasil Visum Tunjukkan Mauliddin Alami Lebam di Punggung
Minggu, 21 September 2025
Live Update
Live Update: Kondisi Terkini 2 Balita Cacingan di Bengkulu, Siswa Pukul Guru SMAN 1 Sinjai
Minggu, 21 September 2025
Live Update
Anak Polisi Aniaya Guru SMAN 1 Sinjai di Hadapan Ayah, Ini Pengakuan Mengejutkan Saksi Mata
Sabtu, 20 September 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.