Rabu, 8 April 2026

Terkini Daerah

Melihat dari Dekat Kuda Perang hingga Simulator Tank Leopard di Sekolah Prajurit Baret Hitam

Sabtu, 27 Maret 2021 23:02 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Tak hanya prajurit Kavaleri, ternyata kuda-kuda perang atau kuda militer di satuan tersebut juga harus sekolah terlebih dahulu sebelum menguasai kemampuan bertempur.

Kuda-kuda milik satuan-satuan Kavaleri Angkatan Darat di seluruh Indonesia beserta para prajurit harus sekolah di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Pussenkav Kodiklat Angkatan Darat di Padalarang Jawa Barat.

Komandan Pusdikkav Brigjen TNI Taufik Budi Santoso menjelaskan kuda militer memiliki kecakapan yang berbeda dengan kuda pada umumnya.

Kuda militer, kata Taufik, harus memilki kemampuan berenang, tidak takut dengan api, tidak takut dengan letusan, bisa tiarap bersama penunggangnya, dan harus paham bahwa daerah yang dihadapi bukan daerah yang aman-aman saja.

Kuda-kuda di Pusdikkav, kata Taufik, rata-rata merupakan kuda turunan Australia, Arab, dan Pakistan.

Saat ini, kata dia, ada sembilan ekor kuda yang dimiliki Pusdikkav.

Kebanyakan kuda-kuda militer saat ini berada di Detasemen Kavaleri Kuda.

Di sana, kata dia, jumlahnya ada 240 ekor kuda militer.

Untuk menguasai seluruh kemampuan tersebut, kuda-kuda militer harus menjalani pendidikan secara bertahap mulai dari remonte dasar hingga remonte lanjutan.

Jika kuda-kuda tersebut belum menguasai satu tahapan maka kuda-kuda tersebut harus mengulang pendidikannya.

"Mulai dari yang tahap satu sampai dengan tahap remonte lanjutan itu total sembilan bulan," kata Taufik di Pusdikkav Padalarang Jawa Barat pada Jumat (26/3/2021).

Bagi prajurit Kavaleri, kafa Taufik, kemampuan menunggang kuda wajib dimiliki mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira.

Taufik menjelaskan tradisi berkuda pada bidang militer masih dipertahanakan khususnya oleh satuan Kavaleri hingga saat ini karena sejarahnya Kavaleri terbentuk dimulai dari pasukan berkuda.

Meski saat ini kuda-kuda tersebut belum digunakan dalam operasi dan hanya digunakan dalam kegiatan yang sifatnya protokoler, Taufik yakin nantinya kuda-kuda militer yang telah disiapkannya akan dibutuhkan.

"Saya yakin ke depan pada beberapa momen kuda ini masih akan sangat dibutuhkan. Tidak semua medan di Indonesia ini bisa didatangi dengan tank atau kendaraan, tapi kuda juga akan sangat membantu. Sehingga apa yang kita punya ini tetap akan kira pertahankan dan semua jenis pendidikan itu harus melalui pelatihan berkuda, selain kita menjaga sejarah yang kita miliki itu," kata Taufik.

Simulator Tank Leopard di Sekolah para Prajurit Baret Hitam

Jika kita berkunjung ke kompleks Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Pussenkav Komando Kodiklat Angkatan Darat banyak hal yang menarik bisa ditemukan.

Satu di antaranya adalah gedung simulator Tank Leopard 2A4 yang berada di dalam kompleks sekolahnya para Prajurit Baret Hitam tersebut.

Di dalam gedung tersebut terdapat dua ruangan utama.

Pertama adalah ruang simulator Leopard Gunnery Skill Trainer (LGST) tempat di mana para prajurit Kavaleri dari seluruh Indonesia belajar menembakkan meriam Tank Leopard.

Kedua adalah ruang Driver Training Simulator (DTS) 2A4.

Di ruang pertama tersebut tampak sebuah meja dikendalikan oleh instruktur dengan enam layar LCD.

Masing-masing LCD tersebut menampilkan di antaranya pembidik utama, pembidik komandan tank, dan siswa yang tengah memegang kendali simulator meriam tank.(*)

# kuda perang # Tank Leopard # Angkatan Darat # baret hitam # meriam

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Gita Irawan
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved