HOT TOPIC
Setahun Lalu Wuhan Lockdown, Begini Kondisinya Saat Ini saat Dunia Masih Berjuang Hadapi Pandemi
TRIBUN-VIDEO.COM- Satu tahun silam, pada 23 Januari 2020, karantina wilayah pertama untuk mencegah penyebaran virus corona diterapkan di Wuhan. Kota di Provinsi Hubei ini diyakini sebagai awal mula penyebaran virus corona.
Pada waktu itu berbagai kalangan terkejut dengan pembatasan ketat yang dijalankan pemerintah China. Sejak Januari hingga Juni, Wuhan ditutup dari mobilitas orang yang hendak masuk atau keluar ke kota lain.
Pemberitahuan itu mengumumkan kuncian pertama virus corona di dunia, yang membuat salah satu pusat perekonomian dunia yang ramai itu menjadi macet hampir dalam waktu semalam.
Kuncian atau lockdown di kota Wuhan saat itu berlangsung selama 76 hari.
Walau kebijakan 'lockdown' itu memicu dampak di berbagai sektor untuk warga lokal, siasat itu terbukti sangat sukses untuk mengatasi penyebaran virus corona.
Setahun setelahnya, China adalah satu dari sedikit negara yang memiliki kisah sukses menanggulangi pandemi.
Lockdown 76 Hari bagi 11 Juta Warga
Otoritas China lambat menindaklanjuti laporan awal tentang penyakit misterius yang beredar di pasar basah di Wuhan, akhir tahun 2019.
Ketika itu, mereka masih mengizinkan jutaan penduduk Wuhan berpergian keluar kota jelang tahun baru China, pada Januari 2020.
Di China, perayaan Imlek setiap tahun menjadi periode dengan mobilitas penduduk tertinggi.
Dalam laporan sementara yang disusun panel independen yang ditunjuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebijakan China itu dikritik.
Otoritas China pun akhirnya menyadari masalah yang muncul. Mereka pun menerapkan pengetatan yang tegas.
Pada 23 Januari 2020 atau dua hari sebelum Imlek, jalan-jalan di Wuhan berubah sunyi. Sekitar 11 juta orang dikarantina secara ketat.
Tak hanya penguncian wilayah, hingga Juni 2020, Wuhan juga menerapkan aturan yang begitu ketat, seperti mewajibkan penggunaan masker dan menjaga jarak demi bisa menekan laju penularan virus di tengah masyarakatnya.
Ketika kapasitas rumah sakit di Wuhan mulai anjlok, China saat itu mengejutkan publik internasional.
Mereka mendirikan rumah sakit darurat dalam beberapa hari.
Baca: Hampir 1 Tahun Pandemi, WHO Kirim 10 Ilmuwan Internasional Selidiki Asal-usul Corona di Wuhan
Baca: Disebut sebagai Tempat Pertama Munculnya Virus Corona, Begini Kondisi Pasar Wuhan Sekarang
Jumlah Kasus Covid-19 di China
Kini, melihat data Worldometer (23/1/2021), China ada di urutan ke 83 dari 221 negara, dengan total kasus infeksi sebanyak 88.911 kasus positif dan 4.635 korban meninggal.
Padahal, di awal tahun lalu, negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jin Ping ini menduduki peringkat atas dan menjadi titik merah penyebaran virus di dunia.
Saat ini kasus baru Covid-19 harian di China ada di kisaran 100 kasus per hari.
Untuk jumlah kasus aktif, berdasarkan pembaruan data Kamis (21/1/2021), China memiliki total 1.598 pasien yang masih menjalani perawatan.
Jelang Imlek, Tahun Baru China bulan depan, pihak berwenang mewaspadai potensi lonjakan baru kasus infeksi akibat Covid-19.
Otoritas mengimbau kepada orang-orang untuk tidak bepergian dan menghindari pertemuan sebanyak mungkin.
Masih banyak juga sekolah yang beralih ke kelas online dan pemakaian masker di tempat umum, di dalam ruangan dan transportasi umum juga sudah menjadi kebiasaan saat ini.
Bagaimana Kehidupan di Wuhan Sekarang?
Setahun setelah karantina wilayah pertama, kehidupan di Wuhan hampir kembali ke kondisi normal.
Kini, warga Kota Wuhan sudah bisa mendapatkan kembali kehidupannya, saat masyarakat sejumlah negara dunia masih berjuang untuk bertahan menghadapi pandemi.
Meski belum sepenuhnya pulih dan masih memberlakukan protokol kesehatan seperti memakai masker, beberapa waktu yang lalu warga di Wuhan sudah bisa menggelar perayaan dan berkumpul bersama di ruang publik.
Jauh sebelum itu, pada musim panas 2020, tersebar luas di media sosial bahwa warga di Wuhan sudah mengikuti pesta di wahana air, dalam kondisi acara tersebut diikuti oleh banyak orang.
Tak hanya itu, Wuhan juga telah menggelar pesta tahun baru 2021.
Dilansir Mirror, warga menikmati konser indoor, sementara lainnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat di tepi sungai Yangtze.
Pemandangan itu tentunya berbanding terbalik dengan sebagian besar negara lainnya, di mana lockdown atau pembatasan sosial masih berlaku.
Selain menikmati konser, sebagian lainnya berkumpul di landmark di kota untuk perayaan Tahun Baru.
Di Wuhan, ribuan orang diperkirakan berkumpul di beberapa landmark populer di seluruh pusat kota untuk hitungan mundur hingga merayakan pergantian tahun.
Dikutip dari The Strait Times, untuk saat ini warga Wuhan sudah berani beraktivitas di bar-bar di kota itu.
Salah satu bar besar yang ada di Wuhan, Super Monkey, bahkan sudah buka dan mempersilakan siapa pun untuk masuk.
Tidak ada persyaratan khusus, selain protokol kesehatan standar.
Misalnya, setiap pengunjung harus memakai masker saat memasuki bar, memiliki suhu di bawah 37,3 derajat celsius, dan menjaga jarak dengan pengunjung lain.
Namun, saat mereka merokok atau mengobrol dengan temannya, mereka sudah tidak ragu untuk melepaskan masker yang semula terpasang.
Berterima Kasih pada Pemerintah
Untuk apa yang mereka rasakan sekarang, masyarakat mengaku terbantu atas segala upaya yang dilakukan pemerintah, meski mereka sendiri mengaku masih memiliki trauma atas apa yang terjadi di kotanya satu tahun yang lalu.
Trauma itu termasuk pada propaganda pemerintah yang "membungkam" setiap orang untuk menyebarkan informasi terkait virus di awal-awal Covid-19 merebak.
Misalnya yang disampaikan oleh Chen Qiang, laki-laki berusia 20 tahunan, kepada AFP.
"Pemerintah China itu baik. Pemerintah China melakukan segalanya untuk rakyatnya, dan rakyat adalah yang tertinggi, ini berbeda dengan negara asing," kata dia.
Di balik semua itu, ada dampak positif yang masyarakat rasakan.
Salah satu mahasiswa yang memperkenalkan dirinya sebagai Li Xi mengatakan, sebelum ada pandemi, masyarakat kerap terlihat terburu-buru dengan urusannya masing-masing, memiliki sifat pemarah, dan tidak ramah satu sama lain.
Namun, setelah semua itu terjadi, kini masyarakat berubah menjadi orang-orang yang ramah terhadap satu sama lain dan lebih mensyukuri kehidupan yang mereka miliki.
"Sebelum pandemi, semua orang tampak agak pemarah, sering terburu-buru, tapi setelah pandemi, mereka menjadi lebih bersyukur atas kehidupan dan jauh lebih ramah," kata mahasiswa di Wuhan, Li Xi.
"Bencana seperti ini sebenarnya mempertemukan lebih banyak orang," kata Han. "Jika orang ada di sana, kota itu masih ada."
Warga China lainnya menyebut rasa persatuan dan hubungan yang lebih baik kini terjalin di masyarakat.
Tetapi, kota dengan populasi 11 juta ini belum melaporkan kasus baru yang ditularkan secara lokal sejak 10 Mei.
Wuhan sebelumnya setelah menjalani aturan lockdown yang paling ketat di seluruh dunia.
Berbagai negara di dunia saat ini masih berjuang menghadapi pandemi Corona.
Wuhan, wilayah yang melaporkan kasus pertama kini justru sudah bangkit dan beraktifitas seperti biasa.
Saat dunia masih melaporkan kasus penambahan yang signifikan setiap harinya.
Wuhan justru belum melaporkan kasus baru sejak 10 Mei 2020 dari 11 juta populasi penduduknya. (*)
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
Lawan Ego Amerika! Rusia Gandeng China dan Pakistan Siap Mediasi Perang Iran Demi Mencegah Krisis
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
China Blak-blakan Tuduh AS & Israel Biang Kerok Masalah di Jalur Perdagangan Minyak Selat Hormuz
Kamis, 2 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
China Gabung Pakistan Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Ajukan 5 Poin Damai, Dorong Gencatan Senjata
Kamis, 2 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Israel vs Iran: Kapal China Keluar dari Selat Hormuz, Fasilitas Minyak Inggris Terbakar
Rabu, 1 April 2026
Internasional
Kapal Minyak China Lolos dari Selat Hormuz! Iran Buka Jalan, Beijing Ucap Terima Kasih
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.