OVERVIEW
Gunung Merapi Erupsi di Tengah Pandemi, Begini Protokol Pengungsian dari BPBD Klaten
Selengkapnya silahkan simak di:
https://video.tribunnews.com/view/183495/obrolan-virtual-overview-erupsi-merapi-mitigasi-dan-pandemi
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada 5 November 2020 status Gunung Merapi naik dari waspada level dua menjadi siaga level tiga.
Sedangkan BPPTKG juga menyebutkan berdasarkan data yang ada kemungkinan erupsi Gunung Merapi terjadi dalam waktu dekat.
Di sisi lain pandemi Covid-19, dan tentunya hal ini akan mempengaruhi upaya mitigasi yang akan berlangsung.
Terkait hal itu Sip Anwar selaku Kepala BPBD Klaten menjelaskan kondisi pengungsian di masa pandemi ini.
Ia menjelaskan bahwa kini pengungsi saat ini sudah mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.
Hal itu juga didukung juga dengan adanya satgas Covid-19 yang ada di setiap tingkat RT.
Satgas tersebut memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan saat mengungsi.
"Tempat cuci tangan telah kami siapkan di beberapa titik pengungsian," ujar Sip Anwar.
Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan menyiapkan mobil tangki air di setiap titik pengungsian.
Hal tersebut disampaikan Sip Anwar pada acara Overview di Tribunnews pada 12 November 2020.
Seperti diketahui pada 5 November 2020 status Gunung Merapi naik dari waspada level dua menjadi siaga level tiga.
BPPTKG juga menyebutkan berdasarkan data yang ada kemungkinan erupsi Gunung Merapi terjadi dalam waktu dekat.
Terkait hal itu daerah disekitar Gunung Merapi perlu menyiapkan diri untuk mitigasi bencana.
Di sisi lain pandemi Covid-19, dan tentunya hal ini akan mempengaruhi upaya mitigasi yang akan berlangsung.
Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Sip Anwar juga memaparkan kesiapan Kabupaten Klaten terkait mitigasi bencana bila erupsi Merapi terjadi.
Ia memaparkan Klaten menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi tersebut.
Ia juga menyampaikan akan ada tiga desa yang paling terdampak dengan adanya erupsi Gunung Merapi tersebut.
Desa tersebut merupakan Desa Tegal Mulyo, Desa Balerante, dan Desa Sidorejo.
"Kami telah melakukan upaya untuk mengungsikan warga masyarakat yang ada di zona merah di tiga desa tersebut," ujar Sip Anwar.
Sip Anwar juga memaparkan ia juga telah melakukan evakuasi meskipun belum seluruhnya.
Ia memaparkan pihaknya telah melakukan evakuasi pada Desa Balerante dan Desa Tegamulyo.
Sedangkan untuk Desa Sidorejo belum ada evakuasi.
Masyarakat diungsikan di tenda pengungsian, balai desa, dan sekolahan yang tidak dievakuasi.
Hanik Humaida selaku Kepala BPPTKG Yogyakarta pada acara Overview di Tribunnews pada 12 November 2020 juga menyampaikan kondisi terkini Gunung Merapi.
Ia menyampaikan status Gunung Merapi masih pada aktivitas yang tinggi, kondisi gempa, perubahan bentuk gunung, dan gas yang keluar masih dalam kondisi yang tinggi.
"Dari sini kita terus memantau dengan aktivitas yang seperti ini, masyarakat tentunya bisa mengikuti informasi yang selalu kita update setiap enam jam. Guguran pada periode siang ini(06.00-12.00 WIB) itu ada 21, untuk MP-nya (MP= Gempa Vulkanik Fase Banyak/Multi Phase) ada 53 hembusannya 13 dan vulkanik dangkalnya 12," ujar Hanik.
Ia memaparkan terdapat sekitar 300/hari gempa MP yang terjadi.
"Ini dalam periode enam jam saja sudah setinggi itu, ini rata-rata sekitar 300/hari untuk gempa MP nya dan juga gugurannya sangat tinggi," ungkap Hanik.
(TRIBUN-VIDEO.COM/FIKRI FEBRIYANTO)
Reporter: Fikri Febriyanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribun Video
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.