Jumat, 24 April 2026

Overview

OVERVIEW Pengamat Terorisme: Radikalisme Jangan Dikonotasikan Satu Agama Saja

Rabu, 9 September 2020 19:52 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Unsur kekerasan menjadi yang diutamakan dalam merespon perbedaan yang ada.

"Ketika dia tidak suka, pendapatnya bertentangan, maka dia langsung menggunakan kekerasan," ujar Amir.

"Seseorang yang tidak sesuai, tidak sepaham dengannya lantas digeruduk, dipukuli, dizolimi," tambahnya.

Amir mengatakan level lanjutannya yakni radikal ekstrim.

Bila seseorang telah sampai tahap ini, ia akan memiliki keinginan merubah tatanan nilai yang telah terbentuk.

"Merubah tatanan nilai suatu bangsa. Merubah ideologi satu ke ideologi yang lain. Pancasila mau dirubah ke ideologi yang lain," terang dia.

Amir menegaskan tahap radikalisme tidak hanya terjadi dalam penganut agama tertentu saja.

"Radikalisme jangan dikonotasikan kepada satu agama. Penganut agama, agama apapun itu berpotensi," tegasnya.

Selain tahap fundamentalisme dan radikalisme, Amir menyebut seseorang yang terpapar paham radikal bisa saja sampai ke tahap terorisme.

"Terorisme menjadi sebuah paham yang menjadikan kekuatan, terutama senjata sebagai tujuan," tandasnya. (Tribunsolo.com/Adi Surya Samodra)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul 3 Ciri Anda Tanpa Terasa Sudah Kena Doktrin Organisasi Radikal, Waspada Bila Sudah Mengkafirkan

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved