Minggu, 19 April 2026

Surga Tersembunyi di Malang Selayang yang Kini Jadi Latihan Tempur Marinir

Sabtu, 22 Agustus 2020 22:41 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Jajaran pantai di Malang Selatan tak akan pernah habisnya untuk dibahas, kecantikan panorama karakter khas ombak serta pasir pantainya memiliki kekhasan masing masing .

Di deretan pantai Malang Selatan ada sekitar 100 an pantai baik kecil majupun yang besar, misalnya Pantai Bale Kambang, Pantai Bantur, Pantai Gondang Merak, Pantai Ngantup ada satu lagi pantai yang masih “gadis’. Karena memang belum pernah terjamah yakni Pantai Baruna Kondang Iwak.

Pantai ini secara geografis Lokasinya berada di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Ketika ada teman yang mau mengajak jalan ke Pantai Kondang Iwak spontan langsung mengiyakan. Bayangan sebuah pantai pasir yang bersih dengan ombak yang tinggi dan besar.

Dari Surabaya perjalanan dengan mobil pribadi ditempuh dalam waktu sekitar 3, 5 jam. Perjalanan agak lama karena sampai di daerah Puslatpur Purboyo jalanan menuju ke lokasi pantai sedikit terjal dan rusak, harus memilih jalan dan hati hati,

Perjalanan juga bisa ditempuh dari kawasan Pantai Bale Kambang lalu masuk ke jalan JLS yang belum jadi, pastinya jalan masih 100 persen makadam dan kalau musim hujan tidak akan bisa dilewati .

Sebelum sampai di lokasi sempat berhenti sebentar di rumah Mbah Warsito, sesepuh Desa Tulungrejo, untuk mendengar sedikit sejarah nama pantai ini,

Kata Mbah To, Kondang Iwak dinamakan demikian karena di sekitar pantai ini ada muara air tawar yang banyak ikannya. “Kondang ini kan artinya muara dan disitu banyak ikan air tawarnya, dari ikan kecul sampai buaya ada, ” katanya.

Aliran sungai atau Kondang Iwak ini mengalir hingga bertemu di pantai. Sebelum sampai ke bibir pantai di kawasan itu juga terdapat pohon langka yang sudah berusia ratusan tahun pohon beringin dan batu karang.

Pohon beringin ini saling menjuntai akar akarnya yang besar hingga seakan bersatu menandakan usia yang begitu lama.

Ombak Besar Dan Hutan Belantara

Sebelum sampai di Pantai Baruna Kondang Iwak perjalanan harus melalui hutan belantara yang masih lebat. Tak jarang dari obrolan di warung sebelum masuk lokasi ini hewan hewan liar juga masih banyak dikawasan hutan ini.

“Hutan jati dan masih banyak hewan hewan liar ada Macan Jawa juga Burung Merak masih ada,” kata Bedjo salah satu warga setempat.

Bedjo bilang kalau mau melihat Macan Jawa ia bisa memasang kamera pengintai di salah satu kawasan untuk melihat kehadiran satwa yang dilindungi ini. Selain itu ular berukuran besar juga masih sering terlihat selain juga beberapa burung burung langka.

Sebelum sampai di lokasi bibir pantai dari balik bukit sudah terdengar deburan dan suara ombak yang keras menghantam batu karang. Sepertinya pantai sudah dekat.

Dari dalam mobil sudah terlihat ombak besar menggulung setinggi hampir 3 meter , menggulung terus hingga menabrak batu karang dan melandai ketika mencapai pantai. Terus menerus tanpa jeda, suara ritme deburan ombak siang itu membuat betah .

Tidak ada pengunjung wisata tidak ada penjual makanan tapi banyak pasukan Marinir yang lalu lalang. Mereka sedang persiapan pembaretan siswa Perwira Remaja dan Bintara Remaja yang akan dilakukan pada dini hari.

Kekhasan medan dan karakter ombak Pantai Baruna Kondang Iwak kini menjadi salah satu pantai lokasi pusat latihan tempur dan pembaretan pasukan Marinir.

Dankormar Resmikan Sebagai Daerah Latihan Tempur Marinir

Pantai Baruna Kondang Iwak kini resmi sebagai salah satu kawasan latihan baru Marinir. Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) meresmikan daerah latihan baru Korps Marinir TNI AL di Pantai Kondang Iwak Rabu (12/08/2020).

Menurutnya Pantai Kondang Iwak berada di pesisir pantai selatan dengan karakter ombak yang tinggi dan besar dengan hamparan pasir sepanjang 1 Kilometer, medan belakang pantai berupa hutan belantara yang masih asli dan belum tersentuh.

Peresmian daerah latihan tempur dan tempat pembaretan prajurit marinir sesuai surat persetujuan dari kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI Nomor S.891/Men LHK/PKS/Ren/Pla.0/6/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan KPH Malang sebagai daerah latihan tempur Korps Marinir TNI AL seluas 1000 ha.

Diberikan nama Pantai Baruna kata Dankormar diambil dari cerita pewayangan, Baruna adalah nama salah satu Dewa / Batara yang sakti luar biasa, penguasa dan pelindung lautan, memiliki jiwa penolong dan pemberi manfaat bagi lingkungan dimana dia berada, dengan harapan dapat dijadikan inspirasi bagi prajurit muda Korps Marinir untuk memiliki jiwa dan sifat seperti dewa Baruna tersebut.

Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) Kolonel Marinir Suliono menambahkan , kawasan Pantai Baruna Kondang Iwak ini melengkapi daerah latihan tempur dari aspek laut. “Di Puslatpur Purboyo ini sudah ada hutan sebagai aspek darat sekarang tambah lengkap dengan aspek laut,” jelasnya.(*)

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved