Sabtu, 9 Mei 2026

Perhatikan Kebutuhan Desa, Pemkab Bolsel Bangun JGM

Senin, 23 Januari 2017 10:26 WIB
Tribun Manado

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), terus memperhatikan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut dibuktikan dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Merah (JGM) di Desa Mataindo, Bolsel, Sulawesi Utara.

Pembangunan jembatan sepanjang 54 meter yang menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 496 juta ini bukanlah tidak ada alasannya.

"Masyarakat rata-rata memiliki kebun diseberang sungai, jadi membutuhkan jembatan penyeberangan," kata Ridwan, Sangadi (Kepala Desa) Mataindo, Jumat (20/1/2017).

Ridwan menuturkan pada tahun 2015 silam pernah diusulkan dalam Musrenbang Desa dan Kecamatan, sesuai dengan keluhan masyarakat.

Namun karena terkendala anggaran, maka pembangunan dilangsungkan pada tahun 2016 dengan dasar anggaran ADD yang baru.

Pembangunan JGM dipastikan sudah melalui proses verifikasi dan musyawarah dengan pihak konsultan.

Kemudian dipertimbangkan konsep pembangunan dan rangka konstruksi.

"Mereka mengiakan dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya Desa ini sering banjir jika hujan turun lebat," kata Ridwan.

Ridwan mengaku potensi banjir sangat besar terjadi di daerahnya.

Itu pun ketika masuk pada perubahan bulan.

Mulai pada bulan Juni-Agustus, dan akan berakhir pada bulan September.

Di bulan-bulan tersebut, masyarakat yang memiliki kebun di seberang sungai akan kesulitan untuk menyeberang dan mengeluarkan hasil pertaniannya.

Bahkan ada juga yang nekat menyeberang meski tahu sebagian hasil pertanian akan hanyut terbawa arus sungai.

"Desa kami diapit dua sungai besar, dan terkenal rawan banjir," kata Sangadi.

Kata dia semangat pembangunan juga datang dari masyarakat Desa, yang sadar dan mau ikut gotong royong membuat jalan perkebunan menjadi mulus mudah dilalui.

Padahal sebelumnya petani takut pulang malam hari, apalagi jika hujan turun lebat.

Mereka memilih untuk bermalam di perkebunan sambil menunggu pagi datang.

"Mereka tidak takut lagi, sebab jembatan ini bisa dilintasi menggunakan kendaraan mesin beroda dua (motor)," kata Sangadi.

Sementara itu Rahmat warga desa yang sama mengatakan, JGM sangat membantu mereka dalam menjalankan aktifitas kerja di perkebunan.

Di mana lebih mudah mengeluarkan hasil pertanian tanpa takut basah atau berkurang.

"Memang sudah lama masyarakat menginginkan adanya jembatan seperti ini. Yang jelas JGM sangat membantu para petani," tukas Rahmat.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas. (*)

Tonton juga:

Rekaman CCTV: Pelaku Cuek Tembak Pengusaha Airsoft Gun di Tengah Keramaian Kota Medan

Putra Donald Trump Hempaskan Tangan Ibunya Saat Akan Digandeng

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Manado

Tags
   #Kotamobagu   #Manado   #Tribun-Video.Com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved