Perhatikan Kebutuhan Desa, Pemkab Bolsel Bangun JGM
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), terus memperhatikan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam pembangunan infrastruktur.
Hal tersebut dibuktikan dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Merah (JGM) di Desa Mataindo, Bolsel, Sulawesi Utara.
Pembangunan jembatan sepanjang 54 meter yang menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 496 juta ini bukanlah tidak ada alasannya.
"Masyarakat rata-rata memiliki kebun diseberang sungai, jadi membutuhkan jembatan penyeberangan," kata Ridwan, Sangadi (Kepala Desa) Mataindo, Jumat (20/1/2017).
Ridwan menuturkan pada tahun 2015 silam pernah diusulkan dalam Musrenbang Desa dan Kecamatan, sesuai dengan keluhan masyarakat.
Namun karena terkendala anggaran, maka pembangunan dilangsungkan pada tahun 2016 dengan dasar anggaran ADD yang baru.
Pembangunan JGM dipastikan sudah melalui proses verifikasi dan musyawarah dengan pihak konsultan.
Kemudian dipertimbangkan konsep pembangunan dan rangka konstruksi.
"Mereka mengiakan dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya Desa ini sering banjir jika hujan turun lebat," kata Ridwan.
Ridwan mengaku potensi banjir sangat besar terjadi di daerahnya.
Itu pun ketika masuk pada perubahan bulan.
Mulai pada bulan Juni-Agustus, dan akan berakhir pada bulan September.
Di bulan-bulan tersebut, masyarakat yang memiliki kebun di seberang sungai akan kesulitan untuk menyeberang dan mengeluarkan hasil pertaniannya.
Bahkan ada juga yang nekat menyeberang meski tahu sebagian hasil pertanian akan hanyut terbawa arus sungai.
"Desa kami diapit dua sungai besar, dan terkenal rawan banjir," kata Sangadi.
Kata dia semangat pembangunan juga datang dari masyarakat Desa, yang sadar dan mau ikut gotong royong membuat jalan perkebunan menjadi mulus mudah dilalui.
Padahal sebelumnya petani takut pulang malam hari, apalagi jika hujan turun lebat.
Mereka memilih untuk bermalam di perkebunan sambil menunggu pagi datang.
"Mereka tidak takut lagi, sebab jembatan ini bisa dilintasi menggunakan kendaraan mesin beroda dua (motor)," kata Sangadi.
Sementara itu Rahmat warga desa yang sama mengatakan, JGM sangat membantu mereka dalam menjalankan aktifitas kerja di perkebunan.
Di mana lebih mudah mengeluarkan hasil pertanian tanpa takut basah atau berkurang.
"Memang sudah lama masyarakat menginginkan adanya jembatan seperti ini. Yang jelas JGM sangat membantu para petani," tukas Rahmat.
Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas. (*)
Tonton juga:
Rekaman CCTV: Pelaku Cuek Tembak Pengusaha Airsoft Gun di Tengah Keramaian Kota Medan
Putra Donald Trump Hempaskan Tangan Ibunya Saat Akan Digandeng
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Manado
LIVE UPDATE
Sidang Pledoi Kasus Korupsi Dana IsDB RMP, Banyak Kontradiksi antara Keterangan Saksi dan Alat Bukti
Kamis, 30 April 2026
LIVE UPDATE
Antrean Panjang Terlihat di SPBU Malalayang Manado, Kendaraan Mengular hingga Sopir Tunggu 2 Jam
Rabu, 29 April 2026
LIVE UPDATE
Harga Bahan Pokok Terus Turun di Pasar Bersehati Manado, Pedagang Takut Anjlok Pengaruhi Pendapatan
Selasa, 21 April 2026
LIVE UPDATE
Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Naik-Turun, Cabai Rawit dan Cabai Merah Keriting Anjlok
Jumat, 17 April 2026
LIVE UPDATE
Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Tak Stabil, Daging Sapi Alami Kenaikan
Rabu, 15 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.