Kamis, 11 Juni 2026

TribunnewsWiki

Dexamethasone, Obat untuk Mengatasi Peradangan, Reaksi Alergi dan Penyakit Autoimun

Rabu, 17 Juni 2020 18:37 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Dexamethasone adalah obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan dan penyakit autoimun.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 0,5 mg, sirup, suntikan (injeksi), dan tetes mata.

Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat kortikosteroid.

Sama halnya dengan obat kortikosteroid lainnya, dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.

Dokter akan menurunkan dosis dexamethasone secara bertahap sebelum menghentikan obat ini.

Dexamethasone bekerja dengan mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh, sama seperti steroid yang dihasilkan oleh tubuh secara alami.

Merek dagang

Dextaf
Dexamethasone
Cortidex
Dexaharsen
Tobroson
Cendo Xitrol
Dexaton
Exitrol
Dextaco
Dextamine

Peringatan Sebelum Mengonsumsi

Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan dexamethasone, terutama bila memiliki alergi pada makanan, obat, maupun bahan lain dalam obat ini.
Hati-hati mengonsumsi obat ini bila memiliki riwayat TBC, herpes, infeksi jamur, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit mata, osteoporosis, gangguan pembekuan darah, gangguan mental, dan gangguan sistem pencernaan.
Beri tahu dokter bila Anda akan menjalani vaksinasi. Kondisi tersebut dapat memicu komplikasi bila dilakukan selama menggunakan dexamethasone.
Pasien lanjut usia harus lebih hati-hati dalam menggunakan dexamethasone karena lebih berisiko mengalami efek samping, terutama osteoporosis.
Selama menggunakan dexamethasone, jangan mengonsumsi minuman beralkohol atau obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan perdarahan lambung.
Penggunaan dexamethasone dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Periksakan anak secara berkala ke dokter anak agar diketahui proses perkembangannya.
Dexamethasone dapat menyebabkan pusing. Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, seperti berkendara, setelah mengonsumsi obat ini, sampai Anda yakin sanggup melakukannya.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis dexamethasone tergantung pada kondisi yang diderita pasien.

Berikut ini adalah takaran penggunaan dexamethasone:

Bentuk obat: tablet

Kondisi: mengatasi peradangan dan penyakit autoimun
Dewasa: 0,5-9 mg per hari. Dosis maksimal 1,5 mg per hari.
Anak-anak: dosis awal 0,02-0,3 mg/kgBB/hari, dibagi ke dalam 3-4 konsumsi. Dosis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan respons pasien.
Kondisi: multiple sclerosis
Dewasa: dosis awal 30 mg per hari selama 1 minggu, diikuti 4-12 mg per hari selama 1 bulan.
Bentuk obat: tetes mata

Kondisi: radang mata
Dewasa: 1 tetes, 4-6 kali per hari.
Dosis dexamethasone dalam bentuk injeksi atau suntik ditentukan oleh dokter.

Dexamethasone dapat diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah. Khusus untuk radang sendi, dexamethasone dapat disuntikan langsung ke sendi yang sedang meradang.

Efek Samping dan Bahaya

Beberapa efek samping dexamethasone yang dapat dialami penggunanya adalah:

Nafsu makan meningkat.
Berat badan bertambah.
Perubahan siklus menstruasi.
Gangguan tidur.
Pusing.
Sakit kepala.
Sakit perut.
Meskipun jarang terjadi, dexamethasone juga bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius.

Segera ke dokter bila muncul gejala di bawah ini:

Demam.
Perubahan emosi.
Tubuh mudah lelah.
Nyeri di tulang, sendi, atau otot.
Pembengkakan di tungkai.
Gangguan penglihatan.
Tinja berwarna hitam.
Jantung berdebar.
Kejang.
Penggunaan dexamethasone untuk jangka panjang membuat penggunanya mengalami muka yang membulat seperti bulan (moon face), peningkatan kadar gula dalam darah, dan lebih rentan mengalami infeksi.

Oleh karena itu, hindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit infeksi atau orang yang baru saja menerima vaksin.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Artikel: Dexamethasone

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved