Rabu, 22 April 2026

Mancanegara

Korban Terdampak Virus Corona Terus Bertambah, Pemerintah Malaysia Lakukan Lockdown Mulai Hari Ini

Rabu, 18 Maret 2020 10:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Senin (16/3/2020) lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan lockdown atau penguncian nasional pada negara ini.

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengatakan penguncian ini akan dimulai pada Rabu (18/3/2020) hari ini, sampai Selasa (31/3/2020).

Agaknya keputusan ini mengundang kritik sejumlah pakar.

Sebab banyak ahli menganggap keputusan lockdown tidak efektif dan mereka menyerukan agar berhenti melakukan hal ini.

Sampai saat ini, lonjakan kasus Virus Corona tertinggi di Malaysia sejumlah 190 orang.

Sementara itu, catatan The Wuhanvirus, Selasa (17/3/2020), mengatakan pada Senin lalu Malaysia kembali mengalami penambahan kasus sebesar 125 pasien.

Kini total keseluruhan kasus adalah 533 termasuk diantaranya ada 42 orang yang sembuh.

Lonjakan besar ini disebabkan oleh Tabligh Akbar yang dihadiri ribuan peserta di Malaysia beberapa waktu lalu.

Total ada 16.000 peserta pada acara tersebut dan yang telah menjalani tes ada 4.942 orang.

Presiden Asosiasi Kesehatan Masyarakat, Dr Zainal Ariffin, menilai langkah lain bisa diupayakan pemerintah Jiran daripada melakukan lockdown.

"Meskipun beberapa tempat berasumsi bahwa mengunci negara adalah strategi yang baik, tapi ini akan memicu kepanikan dan kerugian ekonomi," ujar Zainal, dilansir New Straits Times.

Harusnya pemerintah menyatukan berbagai lembaga negara untuk membantu Kementerian Kesehatan Malaysia menanggulangi suspect di Tabligh Akbar Seri Petaling itu.

"Alih-alih mengunci, pemerintah bisa memobilisasi keamanan seperti Korps Sukarelawan Rakyat (Rela) dan polisi untuk melacak kontak suspect tersebut," ucap Zainal.

Selain itu, Mantan Presiden Federasi Asosiasi Medis Islam, Dr Musa Mohd Nordin, mengatakan Malaysia tidak perlu mengadopsi langkah Italia dan China.

Sebab situasi di negeri Jiran dan dua negara tersebut berbeda.

Justru harusnya Malaysia belajar pada cara Korea Selatan meratakan kurva epidemi Covid-19 di sana.

"Korea Selatan sangat berhasil mengurangi kasus yang dikonfirmasi, dari 900 per-hari menjadi kurang dari 100 per-harinya. Dan itu semakin menurun," jelas Nordin.

"Kita harus terus menyaring melalui pemeriksaan suhu dan pengujian rt-PCR untuk mendeteksi kasus positif dan mengisolasinya."

Menyoal karantina, menurut Nordin hal tersebut juga harus disesuaikan pengaturan klinis yang tepat. (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lockdown Dimulai Hari Ini, Malaysia justru Diminta Tak Ikuti Langkah China

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved