Jumat, 10 April 2026

Wiki On The Spot

Peringati Haul Sultan Mahmud Badaruddin (SBM) II, Sultan Mahmud Badaruddin IV Gelar Tradisi Ngidang

Rabu, 27 November 2019 12:57 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Untuk memperingati Haul (wafatnya) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke 167, maka diadakan ngobeng atau ngidang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jalan Sultan Mahmud Badarudin Kelurahan 19 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang, pada Selasa (26/11/2019).

"Ngobeng atau ngidang ini tradisi Palembang, berupa makanan yang dihidangkan dengan berbagai macam hidangan," kata Sultan Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn atau yang dikenal sebagai Sultan Mahmud Badaruddin IV (SMB IV) Jaya Wikrama Fauwaz Diradja.

Lebih lanjut ia mengatakan, ngidang ini merupakan tata cara penyajian makanan saat ada acara seperti pernikahan, khitanan, syukur, dan lain-lain.

Lebih lanjut ia mengatakan, ngidang ini merupakan tata cara penyajian makanan saat ada acara seperti pernikahan, khitanan, syukur, dan lain-lain.

Dalam penyajiannya, makanan dihidangkan secara lesehan dan disajikan untuk delapan orang.

Makanan yang disajikan ini diletakan di atas selembar kain dan nasinya dihidangkan di atas nampan yang diletakkan di tengah.

Kemudian di sekeliling nasi akan ada lauk, sayur, serta minum.

Nasi yang disajikan berupa nasi minyak atau nasi putih, lalu lauknya seperti opor ayam, ayam kecap, malbi, ikan, sambal, buah nanas dan lain-lain.

Tradisi ngidang ini lebih nikmat makannya menggunakan tangan, untuk mencuci tangannya ada petugas khusus yang disebut ngobeng yang akan melayani secara langsung dengan membawa ceret berisi air dan juga membawa tempat sisa air cuci tanganya.

"Ini juga salah satu tradisi budaya Palembang yang secara syariat Islam makan bersama-sama. Setiap tahun kita mengadakan ngidang ini. Cuma kali ini diadakan di SMB II agar lebih membesarkan nama SMB II," kata SMB IV.

SMB IV pun berharap ke depannya tradisi ngidang ini tetap bisa dilestarikan.

"Jangan sampai tradisi ngidang ini hilang karena adanya prasmanan atau ala Prancisan yang tamunya mengambil makanan sendiri, yang berakibat mubazir karena mengambil makanan terlalu banyak" ucapnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah Kota Palembang RM Ali Hanafiah mengatakan, bahwa tradisi ngobeng atau ngidang ini telah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam dan tetap dilestarikan hingga saat ini.

Namun kini tradisi ini sudah mulai ditinggalkan dan masyarakat Palembang ingin memilih yang lebih praktis, diganti dengan prasmanan atau dikenal dengan makan Prancisan.

"Tanggal 26 November ini bertepatan dengan haul SMB II yang ke-167 tahun, beliau wafat 26 November 1852 dipengasingan di Ternate. Kami berharap semoga ini bisa dijadikan kalender rutin oleh Pemkot Palembang sebagaiman halnya haul para ulama-ulama besar Palembang," kata Mang Amin sapaan akrab RM Ali Hanafiah.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Keuangan Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM Altur Febriansyah SH, M.Si menyatakan, filosofi ngobeng dan ngidang ini selaras dengan program Pemkot Palembang yakni gotong royong.

"Mengikuti acara ngidang menjadi tradisi leluhur sejak zaman SMB II. Kita patut melestarikan dan memeliharanya. Hal ini juga menarik untuk para wisata dan promosi kebudayaan," kata Altur.

Menurutnya, langkah ini perlu dipertahankan agar tradisi yang diwariskan leluhur tidak lekang oleh waktu.

Dengan adanya acara ngidang menjadi salah satu wujud nyata untuk melestarikan budaya yang ada dan dapat terus dipupuk dan dilestarikan sehingga bisa menjadi daya tarik di Sumsel.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Zanariah mengajak warga Palembang agar mengenalkan dan mengangkat kembali budaya asli Palembang ini.

Zanariah mengungkapkan bahwa dirinya ingin generasi berikutnya mengetahui adanaya tradisi ngidang di Palembang.

"Untuk itu kita akan daftarkan ngobeng atau nigdang ini sebagai Warisan Budaya Tak Berbenda (WBTB). Sebab kalau tidak didaftarkan WBTB nanti bisa diambil daerah lain. Untuk itu kami mohonkan dukungan kita semua agar ini bisa diwujudkan," cetusnya.

(Tribunsumselwiki/Linda)

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunsumselwiki.com dengan judul Peringati Haul Sultan Mahmud Badaruddin (SBM) II, SBM IV Gelar Tradisi Ngidang

 
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved