Lifestyle
5 Mitos Seputar Tampon yang Sering Beredar Di Masyarakat
TRIBUN-VIDEO.COM - Tampon adalah sejenis pembalut namun dalam menggunakannya sedikit berbeda.
Jika pembalut hanya diletakkan didalam celana dalam, jika tampon dimasukkan kedalam vagina.
Hal ini yang membuat stigma bahwa tampon berkaitan dengan keperawanan.
Terdapat kekhawatiran bila tampon sampai merobek selaput dara atau label “gadis” bisa runtuh.
Berikut ini dikutip dari berbagai sumber, TribunShopping akan merangkum beberapa mitos terkait tampon:
1. Tampon bisa menghilangkan keperawanan
Salah satu risiko penggunaan tampon pada mereka yang belum pernah berhubungan seksual adalah robeknya selaput dara (himen).
Banyak orang yang menganggap bahwa keperawanan ditandai dengan selaput dara yang masih utuh.
Sehingga ketakutan robeknya himen akibat memakai tampon, membuat produk ini kurang diminati.
Perlu diluruskan bahwa status keperawanan itu tidak dinilai dari robek atau tidaknya selaput dara, atau keluarnya darah saat pertama kali berhubungan seksual.
Risiko robeknya selaput dara pada penggunaan tampon memang ada, namun itu kecil dan tergantung cara pemakaian.
Baca: 4 Rekomendasi Produk Tampon Terbaik untuk Beralih dari Pembalut
2. Tampon yang dimasukkan bisa saja hilang
Saat ingin mengeluarkan atau mengganti tampon, Anda tinggal menarik tali di ujungnya.
Tak jarang terjadi, ketika tali ditarik, silinder tampon tak ikut keluar alias talinya putus.
Tentu hal itu akan membuat Anda panik.
Jika tali tampon terlepas dan tampon masih di dalam, tak perlu bingung.
Disarankan oleh Dr. Megan yang dikutip dari klikdokter.com, untuk masukkan jari (yang bersih) ke dalam vagina dengan posisi jongkok bisa memudahkan Anda untuk menjangkaunya.
3. Memakai tampon terlalu lama bisa mengakibatkan toxic shock syndrome
Toxic shock syndrome (atau sindrom TS) merupakan komplikasi paling serius dari penggunaan tampon.
Penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus, yang secara normal terdapat di vagina.
Kejadian sindrom TS memang berhubungan dengan pemakaian tampon dalam jangka waktu lama.
Namun, jika tampon digunakan secara benar, rutin diganti, dan higienis, risiko sindrom TS akan mengecil.
Baca: 5 Hal Penting Menggunakan Tampon agar Aman Jika Menggunaan selama Menstruasi, Jangan Sampai Salah
4. Tampon tak boleh dipakai semalaman
Sama seperti pembalut, tampon juga memiliki aturan pemakaian yaitu maksimal 8 jam berturut-turut.
Jika Anda lupa atau pulang kantor kelelahan lalu tertidur saat tiba di rumah, tak perlu panik, segera lepas atau ganti saat ingat atau bangun.
Pada prinsipnya, tampon itu menyerap atau menahan darah menstruasi, sementara darah adalah media yang paling ideal untuk pertumbuhan bakteri.
Jadi, jika tampon dipakai lebih lama dari waktu sewajarnya, risiko infeksinya meningkat.
Infeksi ini bisa terjadi mulai dari keputihan biasa, radang vagina, radang leher rahim, hingga radang organ kewanitaan bagian dalam.
5. Tak perlu mengganti tampon saat ke toilet
Baik buang air kecil atau buang air besar, sebaiknya ganti tampon Anda setelahnya.
Pasalnya, jika urine membasahi tali tampon atau jika ada kontaminasi dari bakteri dalam tinja, maka Anda bisa saja terancam terkena infeksi.
Untuk mencegahnya, lebih baik untuk menggantinya tampon tiap 3-4 jam sekali.
Selain itu, setelah buang air kecil atau buang air besar, basuh vagina dari arah depan ke belakang, sehingga kuman dan saluran kemih atau anus tak akan masuk ke vagina.
(RENI DWI/TRIBUNSHOPPING.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunshopping.com dengan judul Sejenis Pembalut, Ulas Tuntas 5 Mitos Seputar Tampon yang Perlu Kamu Tahu
# menstruasi # pembalut # Tampon
Sumber: Tribunnews.com
Regional
Truk Satpol PP Kendari Angkut Bantuan Banjir, Warga Sumatera dan Aceh Dapat Selimut hingga Pembalut
Kamis, 11 Desember 2025
Tribunnews Update
Dinilai Ganggu Produktivitas Kerja, Seruan Surat Izin Menstruasi untuk Kaum Perempuan Trending di X
Kamis, 9 Oktober 2025
TANYA USTAZ
Ulama Ungkap Hukum Gunakan Obat Penunda Menstruasi saat Ramadhan adalah Makruf
Rabu, 20 Maret 2024
TANYA USTAZ
Bolehkah Mengkonsumsi Pil Penunda Menstruasi agar Tetap Berpuasa? Ini Kata Ulama
Rabu, 20 Maret 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.