Jumat, 29 Mei 2026

Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Sindrom Brugada yang Menyerang Jantung Manusia? Simak Penjelasan Berikut Ini!

Senin, 21 Juni 2021 19:36 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN -VIDEO.COM - Sindrom Brugada merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan gangguan aliran listrik pada jantung.

Penyakit ini jarang terjadi.

Namun bila terjadi, kondisinya sangat serius dan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Seperti disebutkan sebelumnya, kemunculan Sindrom Brugada seringkali tidak menunjukkan gejala.

Baca: Kronologi Markis Kido Meninggal Dunia karena Serangan Jantung saat Main Bulu Tangkis, Sempat Jatuh

Penyakit ini umumnya baru terdeteksi saat seseorang melakukan tes elektrokardiogram (EKG).

Namun pada beberapa orang, Sindrom Brugada dapat menunjukkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan pengidap penyakit jantung lainnya, meliputi:

1. Sesak napas

2. Detak jantung tidak beraturan (palpitasi)

3. Demam tinggi

4. Kejang

5. Pingsan

Sindrom Brugada merupakan gangguan pada jantung yang terkait dengan kelainan genetik.

Dalam keadaan normal, agar jantung dapat berdenyut, aliran listrik yang dicetuskan oleh atrium kanan jantung akan dialirkan ke dalam suatu kanal, hingga menggerakkan otot jantung untuk berdenyut.

Baca: Apa Itu Gagal Jantung?

Pada Sindrom Brugada, terjadi kelainan genetik yang menyebabkan kanal tersebut mengalami kelainan, sehingga aliran listrik jantung dapat mengalir terlalu cepat secara tidak terkontrol.

Seseorang yang memiliki orang tua mengidap Sindrom Brugada memiliki risiko tinggi mengalaminya juga.

Hingga kini tak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Sindrom Brugada.

Namun, karena orang yang mengalami sindrom ini dapat menurunkan penyakit tersebut pada anaknya, maka istri/suami yang mengalami Sindrom Brugada, sebaiknya melakukan diskusi genetik dahulu dengan dokter sebelum merencanakan keturunan.

Tujuan pengobatan Sindrom Brugada bukanlah untuk menghilangkan penyakitnya, melainkan untuk mencegah komplikasi berbahayanya. Pengobatan diberikan oleh dokter spesialis jantung.

Jika dokter menilai bahwa pengidap Sindrom Brugada memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelainan aliran listrik jantung yang mengancam nyawa, maka dokter akan menyarankan pemasangan implantable cardiac defibrillator (ICD).

Baca: Bahaya Makan Mi Instan Dicampur Nasi, Penyakit Jantung dan Diabetes Mengintai

ICD merupakan sebuah alat yang diletakkan di bawah kulit di dada. Bila ada irama jantung abnormal yang mengancam nyawa, ICD akan mendeteksinya dan memberikan terapi kejut jantung agar kondisi jantung kembali normal.

Selain itu, pengidap Sindrom Brugada juga perlu menghindari pencetus aliran listrik abnormal yang dialami.

Secara umum, pengidap Sindrom Brugada sebaiknya menghindari kondisi dehidrasi, demam tinggi, dan mengonsumsi terlalu banyak alkohol. (*)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki.com dengan judul Sindrom Brugada

# Gak Ruwet Gak Ribet # Sindrom Brugada # penyakit # jantung # Kelainan genetika

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ika Wahyuningsih
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved