Rabu, 22 April 2026

Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Trypophobia? Kenali Gejalanya dan Simak Penjelasan Berikut Ini!

Jumat, 11 Juni 2021 19:55 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Trypophobia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang yang merasa jijik atau takut terhadap penampakan pola lubang berkerumun.

Pola tersebut misalnya terdapat pada sarang lebah, biji bunga teratai, buah delima, kumpulan gelembung sabun dan sejenisnya.

Istilah trypophobia memang belum tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–V).

Hal tersebut dikarenakan Tyrophobia belum diakui secara resmi oleh American Psychiatric Association (APA) sebagai jenis fobia.

Baca: Apa Itu Coronaphobia? Kenali Gejalanya

Nama Trypophobia diciptakan oleh seorang warganet dalam forum online.

Trypophobia berasal dari penggabungan dua kata Yunani 'Trypo' yang berarti lubang dan 'Phobos' berarti ketakutan.

Penelitian mengenai Trypophobia masih belum banyak dilakukan.

Berdasarkan beberapa hasil studi terbaru 2017 menunjukkan bahwa Trypophobia bukan merupakan reaksi yang timbul akibat ketakutan.

Trypophobia merupakan reaksi jijik yang berhubungan dengan respon evolusioner manusia terhadap penyakit atau infeksi parasit seperti pada kasus lalat bot atau Dermatobia hominis.

Baca: Enochlophobia, Rasa Takut dan Cemas Berlebihan saat Berada di Dalam Titik Kerumunan atau Keramaian

Hingga kini Trypophobia tidak dapat disamakan dengan fobia pada umumnya seperti Arachnophobia (takut laba-laba), Claustrophobia (takut pada ruang sempit) atau Acrophobia (takut ketinggian).

Orang yang mengalami gejala Trypophobia biasanya dipicu oleh gambar atau obyek yang memiliki lubang-lubang kecil, banyak dan tidak beraturan seperti:

1. Spons
2. Gelembung sabun
3. Karang laut
4. Spons laut
5. Sarang madu
6. Kondensasi air
7. Sarang lebah
8. Kacang polong
9. Stroberi
10. Buah delima
11. Gelembung
12. Kelompok mata pada serangga

Orang dengan Trypophobia mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti Perasaan jijik, takut, atau tidak nyaman, Merinding, dan Kulit gatal.

Kemudian juga perasaan Geli, Berkeringat, Mual, dan Serangan panik.

Meskipun belum memiliki status resmi sebagai fobia, penderita Trypophobia perlu mendapatkan pertolongan dan penanganan tepat.
Penanganan spesifik pada penderita Trypophobia belum ditemukan.

Namun penderita dapat ditolong dengan langkah penanganan mengatasi fobia pada umumnya.

Beberapa metode atau cara untuk menangani Trypophobia yang dapat dilakukan misalnya dengan self-help treatment, terapi dan pengobatan.

Baca: Hemophobia, Ketakutan Berlebih ketika Melihat Darah atau Menjalani Prosedur Medis Tertentu

Cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan terapi paling potensial untuk membantu penderita Trypophobia.

Melalui CBT penderita akan diajak untuk membicarakan ketakutannya dengan seorang terapis atau konselor.

Penderita juga diminta untuk menentukan target dan mencapai tujuan untuk sembuh dari fobia yang dialami.

Baca: 3 Fun Facts soal Bams yang Jarang Diketahui Penggemar, Satu di Antaranya Phobia Keramaian

Selain itu terapis akan memberikan bimbingan tentang olahraga yang tepat, pola makan sehat, pola tidur cukup dan menjauhi minuman berkafein.

Sedangkan untuk pengobatan secara medis dokter biasanya akan menangani penderita Trypophobia dengan pengobatan untuk fobia pada umumnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Trypophobia

Baca juga berita terkait di sini

# Gak Ruwet Gak Ribet # Trypophobia # phobia

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ika Wahyuningsih
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved