Proses Syuting Pelangi Di Mars Ternyata Rumit dan Panjang | Si Paling Seleb
TRIBUN-VIDEO — Film fiksi ilmiah Pelangi di Mars akhirnya tayang di bioskop pada Rabu (18/3/2026).
Film ini disutradarai oleh Upie Guava.
Di balik kisah petualangan seorang anak Indonesia di Planet Mars—yang berusaha mencari solusi atas krisis air bersih di Bumi—tersimpan proses produksi yang tidak sederhana. Ia panjang, teknis, dan dipenuhi berbagai percobaan kreatif.
Cerita bergerak mengikuti perjalanan tokohnya yang perlahan belajar memahami peran dan tanggung jawab di tengah situasi yang dihadapi, menjadikan film ini tidak hanya tentang petualangan, tetapi juga tentang pertumbuhan.
Proses produksinya sendiri memakan waktu hingga lima tahun. Sejak tahap awal, tim menggabungkan beragam pendekatan, mulai dari animasi, efek visual, hingga teknologi motion capture (mocap) yang masih relatif jarang digunakan dalam produksi film Indonesia.
Menariknya, film ini tidak sepenuhnya bergantung pada efek komputer. Pergerakan karakter robot, misalnya, melibatkan “body actor”—aktor yang memeragakan gerak tubuh secara langsung sebelum kemudian diproses secara digital.
Pendekatan ini membuat interaksi antarkarakter terasa lebih hidup, meski di saat yang sama menambah kompleksitas dalam proses produksi.
Di situlah, imajinasi dan teknologi saling bertemu—membangun dunia yang mungkin jauh dari Bumi, tetapi dikerjakan melalui proses panjang di dalamnya.
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Terkendala di Masalah Visa dan soal Keamanan, Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia ke Meksiko
Minggu, 24 Mei 2026
Tribunnews Update
Momen Presiden Prabowo Ikut Tarik Jala bareng Penambak saat Panen Raya Udang di Kebumen
Minggu, 24 Mei 2026
Tribunnews Update
Persib Bandung 3 Kali Juara, Dedi Mulyadi akan Beri Bonus Rp 1 Miliar: Bisa Buat Nyate
Minggu, 24 Mei 2026
Tribunnews Update
Baku Tembak di Dekat Gedung Putih, Pelaku Dilaporkan Tewas dan Seorang Warga Sipil Terluka
Minggu, 24 Mei 2026
Tribunnews Update
Iran Sebut AS Tidak Punya Pilihan, Trump Harus Terima Tuntutan Teheran: Cegah Kerugian Berlanjut
Minggu, 24 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.