Kamis, 9 April 2026

Tribunnews Update

Perjalanan Karier Didi Kempot, dari Ngamen hingga Jadi Maestro Campursari dan Punya Sobat Ambyar

Selasa, 5 Mei 2020 16:40 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Meninggal di usia 54 tahun pada Selasa (5/5/2020), membuat para fans dari Didi Kempot ini beerduka.

Namun, dibalik setiap lagu milik The Godfather of Broken Heart ini, ternyata terselip perjalanan panjang selama hidupnya, sampai ia menjadi seorang maestro campursari.

Dikutip dari Tribun Wow, Sepanjang hidupnya, Didi Kempot telah menciptakan sejumlah lagu dan telah menelurkan beberapa album.

Diketahui, penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo ini memulai kariernya dari seorang pengamen biasa.

Hingga akhirnya, nama Didi Kempot menjadi melegenda di dunia permusikan Indonesia.

Dionisius Prasetyo, merupakan pria kelahiran Solo, 31 Desember 1966.

Karena lagunya menyentuh hati, bahkan kebanyakan lagu menceritakan tentang patah hati, maka ia dijuluki dengan nama The Godfather of Broken Heart.

Pakdhe Didi atau Lord Didi, panggilan dari para penggemarnya, Sobat Ambyar, merupakan penyanyi campursari asal Jawa Tengah.

Ia adalah putra dari pelawak terkenal asal Solo yaitu Ranto Edi Gude (alm) dan Umiyati Siti Nurjanah (alm).

Didi Kempot juga merupakan adik dari pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang atau Mamik Prakoso.

Namun tak banyak yang mengetahui bahwa di balik kesuksesannya, pelantun lagu "Stasiun Balapan" yang dirilis pada 1999 tersebut awalnya berprofesi sebagai pengamen.

Bahkan nama belakangnya, Kempot, merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Solo.

Diketui, ia memulai langkah di dunia musik sebagai musisi jalanan pada tahun 1984 hingga 1989.

Di tahun 1984 hingga 1986, Didi mengamen di Solo, hingga akhirnya pada tahun 1978 ia bertekad pergi ke ibu kota untuk mencari penghidupan.

Di Jakarta, Didi Kempot dan kawan-kawannya sering mengamen di daerah Slipi, Jakarta Barat.

Didi Kempot bersama grupnya yang beranggotakan Dani Pelo, Comet, Rian Penthul, Heri Gempil dan Mamat Kuncung mencari uang dengan mengamen dari satu bus ke bus berikutnya.

Setelah itu, Didi Kempot terus berkarya menciptakan sejumlah lagu hingga akhirnya, ada produser yang tertarik untuk mengorbitkannya.

Sejak saat itulah, namanya terus melejit di industri musik Tanah Air.

Meski sempat meredup, namun karir Didi Kempot kembali bersinar saat banyak kalangan muda menggemari lagu-lagu sendu ciptaaanya.

Memang lagu karangan Didi Kempot kebanyakan bertema patah hati dan kehilangan.

Ia juga sering menggunakan nama-nama tempat sebagai judul lagunya agar terasa lebih dekat dengan masyarakat.

Penggemar Didi Kempot melabeli dirinya dengan sebutan Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam komunitas Sobat Ambyar.

Didi Kempot kemudian mendapat julukan "The Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi.

Saat ini banyak penghargaan yang ia raih seperti Anugrah Musik Indonesia (AMI) Award, Penampil Solo/Duo/group Kontemporer pada tahun 2002, Album Keroncong Kontemporer tahun 2002, Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik pada tahun 2003 dan masih banyak lainnya.

Diberitakan sebelumnya, penyanyi Stasiun Balapan ini meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020).

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ternyata kondisi Didi Kempot sudah tak sadarkan diri dan mengalami henti jantung.

Hingga akhirnya tepat pukul 07.45 WIB, Didi Kempot akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

(Tribun-Video.com/Anya Maharani)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Riwayat Didi Kempot, Bapak Para Sobat Ambyar yang Tutup Usia di Umur 54 Tahun, Berawal dari Ngamen

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Willy Talita Rachmadya
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: TribunWow.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved