Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Gelombang kritik menghantam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Kritik itu muncul setelah AS dan Iran menyepakati kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Baca: Israel Ngotot Tetap Bertahan di Lebanon-Gaza Meski AS-Iran Capai Damai: Jaga Zona Keamanan!
Selama perang berlangsung, Netanyahu berulang kali menyebut Iran sebagai ancaman terbesar bagi keamanan Israel.
Pemerintah Israel juga mengklaim operasi militer bersama Amerika Serikat berhasil menghantam sejumlah target strategis Iran.
Target tersebut mencakup fasilitas militer, infrastruktur penting, hingga lokasi yang diduga terkait program nuklir Teheran.
Namun setelah konflik mereda, pemerintahan Iran tetap bertahan dan masih memegang kendali penuh di negara itu.
Baca: Trump Kritik Netanyahu soal Serangan Israel: Upaya Damai Iran Terancam Gagal
Kondisi tersebut memicu kekecewaan di Israel.
Banyak warga menilai pengorbanan selama perang belum menghasilkan perubahan besar seperti yang diharapkan.
Kritik semakin tajam setelah Netanyahu mengakui belum mengetahui secara rinci isi kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Pernyataan itu memunculkan kesan bahwa Israel tidak dilibatkan sepenuhnya dalam proses negosiasi.
Banyak pihak menilai Israel justru tersisih dalam keputusan penting yang menyangkut keamanan negaranya.
Baca: Sumpah Iran Hancurkan Israel dalam Serangan Terbarunya, Azizi: Respons yang Kuat akan Segera Datang
Meski mendapat tekanan politik, Netanyahu tetap bersikeras bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan keberhasilan besar.
Menurutnya, serangan selama beberapa pekan terakhir berhasil merusak berbagai fasilitas penting milik Teheran.
Netanyahu menyebut target yang dihantam mencakup fasilitas militer, infrastruktur nuklir, dan rudal balistik.
Ia bahkan menyebut operasi tersebut sebagai salah satu serangan terbesar dalam sejarah Israel.
Baca: Gelombang Serangan Hizbullah, Tembak Jatuh Drone Heron-1 Male Israel pada Ketinggian 7 Kilometer
Netanyahu juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.
Ia menyebut upaya menghentikan program nuklir Iran sebagai misi utamanya selama menjabat.
Namun klaim kemenangan itu justru memicu pertanyaan baru di dalam negeri.
Banyak pihak menilai tujuan utama perang belum sepenuhnya tercapai karena pemerintahan Iran masih tetap bertahan.
Baca: Gelombang Serangan Hizbullah, Tembak Jatuh Drone Heron-1 Male Israel pada Ketinggian 7 Kilometer
Situasi politik Israel pun semakin memanas.
Muncul anggapan bahwa Netanyahu akhirnya harus mengikuti keputusan Trump untuk menghentikan perang dan membuka jalur perdamaian dengan Iran. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Netanyahu Terpojok! Kesepakatan Damai AS-Iran Picu Kemarahan Besar di Israel
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.