TRIBUN-VIDEO.COM - PDIP Pertanyakan Sumber Anggaran Rencana Bansos Tunai Rp5,4 Juta per Orang
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, mempertanyakan sumber anggaran dan kriteria penerima terkait rencana pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp 5,4 juta per orang.
Wacana pengubahan skema bansos menjadi uang tunai langsung (direct cash transfer) ini sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Andreas mengungkapkan, saat ini DPR RI dan mitra kerja pemerintah sedang intensif melakukan pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L).
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini mengaku belum mengetahui di pos mana anggaran bansos tunai tersebut disisipkan.
"Saya enggak tahu, anggaran itu nanti masuknya melalui kementerian atau lembaga negara yang mana?" kata Andreas saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (10/6/2026).
Andreas meminta purnawirawan jenderal TNI itu untuk menjelaskan secara rinci.
Menurutnya, nominal Rp 5,4 juta per orang bukanlah angka yang kecil bagi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau Pak Luhut yang bicara, mesti tanya ke beliau. Anggarannya dari mana? Melalui kementerian atau lembaga negara yang mana? Karena jumlah Rp 5,4 juta per orang itu jumlah yang sangat besar, lantas siapa saja yang berhak dapat? Apa kriterianya?" tanya Andreas.
Bansos Rp 5,4 Juta Per Orang
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto segera merombak skema penyaluran subsidi dari berbasis barang fisik menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditargetkan menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Kebijakan ini diproyeksikan mulai berjalan pada akhir 2026 seiring peluncuran identitas digital tunggal.
Nantinya, akumulasi nilai bantuan sosial uang tunai mencapai Rp5,4 juta per penerima.
Pengumuman itu disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Luhut, fondasi utama dari perubahan sistem ini adalah penerapan identitas digital tunggal yang saat ini sedang dimatangkan oleh pemerintah.
Sistem ini akan memastikan setiap kucuran dana bantuan sosial langsung tepat sasaran ke rekening masyarakat yang membutuhkan.
"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID, yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted,” ucap Luhut.
Luhut menyatakan bahwa era bansos dalam bentuk barang akan segera diakhiri.
Seluruh program bantuan pemerintah akan dikonsolidasikan menjadi satu pintu dalam wujud uang tunai.
"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima, karena rata-rata kita kumpulkan semua, bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp5,4 juta rupiah per orang," jelasnya.
Tidak sekadar membagikan uang tunai, kata Luhut, pemerintah akan memanfaatkan kapabilitas AI untuk mengelompokkan profil penerima bantuan.
Pemantauan data secara terpusat ini diharapkan mampu menaikkan kelas masyarakat miskin menjadi pelaku usaha baru yang terverifikasi.
"Dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI, nanti kita akan bisa mendorong untuk membuat UMKM dengan tentu memberikan core yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena tadi government teknologi," tambah Luhut.
Dijelaskan Luhut, transisi kebijakan dari subsidi barang ke uang tunai ini menjadi bagian dari visi besar digitalisasi pemerintahan (GovTech) yang tengah dibangun oleh talenta lokal Indonesia.
Ia menjelaskan sistem baru ini dinilai sebagai langkah berani untuk negara dengan populasi raksasa demi meminimalkan korupsi dan memastikan transparansi distribusi kekayaan negara.
"Jadi ini pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada akhir, awal tahun depan yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI. Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi seperti disinggung, semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini. Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia," ujarnya.
Baca: SBY Ucapkan Selamat ke Pemerintahan Prabowo atas Menguatnya Rupiah dan IHSG: Kabar Baik untuk Kita
Baca: SKEMA BANSOS Diubah Prabowo dari Barang Jadi Uang Tunai, Luhut: Tiap Orang Dapat Rp 5,4 Juta
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo akan Ubah Bansos Jadi Tunai Rp 5,4 Juta Per Orang, PDIP Pertanyakan Sumber Anggaran
Editor Video: Magang/Dian Rahmawati
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.