Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Nama Cathlyn Yvaine Lesmana mendadak ramai diperbincangkan publik usai dicoret dari daftar calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Siswi berusia 16 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu sebelumnya sempat lolos dalam tiga besar peserta putri hasil seleksi tingkat provinsi.
Cathlyn yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar awalnya diproyeksikan menjadi wakil Sulawesi Selatan untuk bertugas di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 RI.
Namun, namanya tiba-tiba hilang dari daftar peserta yang diberangkatkan ke tingkat nasional.
Posisi Cathlyn kemudian digantikan peserta lain dari daerah berbeda yang sebelumnya disebut tidak masuk jajaran 10 besar.
Perubahan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial hingga menuai sorotan dari sejumlah pihak.
Publik mempertanyakan alasan pencoretan Cathlyn karena selama proses seleksi ia dikenal sebagai salah satu peserta dengan capaian menonjol.
Pihak panitia seleksi menyebut keputusan itu berkaitan dengan faktor kesehatan dan hasil penilaian akhir peserta.
Cathlyn disebut memiliki kendala pada penglihatan dan kondisi flat foot atau telapak kaki datar.
Selain itu, panitia menyatakan ada peserta lain yang memperoleh nilai lebih tinggi pada tahap akhir seleksi.
Meski demikian, polemik terus berkembang karena muncul dugaan bahwa proses seleksi tidak berjalan transparan.
Bahkan, isu diskriminasi terhadap latar belakang etnis Cathlyn turut mencuat setelah warganet menyoroti dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa.
Ada pula isu bahwa kemampuan berbahasa daerah menjadi salah satu faktor penilaian.
Namun, Kesbangpol Sulawesi Selatan membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa faktor etnis maupun bahasa daerah tidak menjadi dasar penentuan kelulusan peserta.
Prestasi Cathlyn Jadi Perhatian Publik
Sorotan terhadap kasus ini semakin besar setelah publik mengetahui sederet prestasi yang dimiliki Cathlyn.
Di usia yang masih muda, Cathlyn diketahui telah mengoleksi berbagai penghargaan nasional hingga internasional.
Pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2024, ia berhasil meraih medali emas.
Prestasi itu berlanjut pada ISIF 2025 saat Cathlyn kembali membawa pulang medali perak.
Tak hanya di tingkat internasional, Cathlyn juga mencatat prestasi di berbagai kompetisi nasional.
Ia meraih medali emas dalam Pekan Olimpiade Sains Nusantara (POSN) 2024 dan medali perunggu dalam Senior High School Olympiad 2025.
Kemampuan akademiknya juga didukung penguasaan bahasa asing.
Cathlyn diketahui fasih berbahasa Inggris dan Mandarin.
Ia bahkan meraih medali perunggu dalam ajang Mandarin Proficiency Championship Indonesia 2026 kategori Level 3.
Selain aktif di bidang akademik, Cathlyn juga menekuni dunia modeling dan beberapa kali tampil dalam kegiatan catwalk serta pemotretan.
DPPI Soroti Dugaan Ketidaktransparanan
Polemik pencoretan Cathlyn turut mendapat perhatian dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar.
Ketua Pelaksana DPPI Kota Makassar, Yusuf A. Bachtiar Mappiare, menilai proses seleksi tingkat provinsi menyisakan banyak pertanyaan.
Menurut Yusuf, pelaksanaan seleksi pada hari terakhir justru berlangsung tertutup.
Para pendamping resmi peserta disebut diminta keluar dari ruangan meski telah memiliki kartu identitas resmi.
“Pendamping resmi diminta keluar tanpa alasan jelas, padahal aturan mengharuskan proses dilakukan secara transparan,” ujar Yusuf, dikutip dari TribunMakassar, Selasa (26/5/2026).
Ia juga menyoroti hasil penilaian kepribadian yang baru diumumkan dua hari setelah seleksi berakhir.
Padahal, komponen tersebut memiliki bobot besar dalam penentuan peringkat akhir peserta.
Menurut Yusuf, keterlambatan pengumuman nilai membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, DPPI juga mengkritik pelaksanaan pantukhir atau penentuan akhir yang masih mempertimbangkan aspek postur tubuh setelah seluruh nilai tes sebelumnya dikumpulkan.
Yusuf menilai proses tersebut tidak sesuai ketentuan.
Ia juga menyinggung adanya anggapan bahwa peserta asal Makassar terlalu sering mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Menurutnya, tidak ada aturan yang membatasi daerah tertentu untuk meloloskan peserta berdasarkan asal wilayah.
“Yang harus dilihat itu kualitas peserta, bukan asal daerahnya,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul Heboh Siswa Berprestasi Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana Dicoret dari Calon Paskibraka Nasional
Program: Local Experience
Editor: Faiz Fadhilah
#localexperience #calonpaslibraka #paskibraka #CathlynYvaineLesmana #makassar #seleksi #shortvideo #viral
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.