Kondisi Memprihatinkan Umar Driver Ojol Diduga Dikeroyok Polisi, Ada Bekas Injakan di Kepala

Editor: winda rahmawati

Reporter: Feba Fadhiliana

Video Production: yohanes anton kurniawan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Beginilah kondisi memprihatinkan yang dialami driver ojek online (ojol), Moh Umar Amirudin yang diduga menjadi korban pengeroyokan aparat kepolisian.

Peristiwa itu terjadi saat demo ricuh berlangsung di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).

Kondisi Umar memprihatinkan lantaran terdapat bekas injakan di beberapa bagian, termasuk kepala korban.

Saat ini, Umar masih dirawat secara intensif di RS Pelni, Jakarta Barat.

Kakak korban, Syaripudin mengungkapkan bahwa adiknya sudah mulai sadar, namun masih terus merintih kesakitan.

Umar mengalami luka bagian kepala, dada, hingga lengan yang diduga patah.

Baca: Sindiran Keras Salsa Erwina Buntut Ojol Tewas Dilindas Brimob: Warga Sipil Menangis, DPR Hidup Merah

Baca: Kapal Motor BRR Rampung Docking & Kondisi Optimal, Siap Layani Masyarakat Rute Sabang-Banda Aceh

"Sudah agak sadar, yang dirasakan katanya di bawah dada (rusuk), bekas tendangan,” kata kakaknya, Syaripudin pada Jumat (29/8) dini hari.

Bahkan, kepala Umar didapati bekas injakan.

"Di tangan ada, di kepala ini bekas injak. Ada bekas injakannya. Ini (lengan) nggak tahu patah atau bagaimana, katanya sakit," ungkap Syaripudin.

Keluarga pun masih menunggu hasil rontgen Umar.

Syaripudin menyebut sang adik tidak berniat ikut demo di DPR.

Sebaliknya, Umar baru saja selesai mengambil pesanan dan tidak mengetahui adanya demo tersebut.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Dikeroyok Diduga Aparat saat Ricuh di Pejompongan: Ada Bekas Injak di Kepala Driver Ojol"

#demo #dpr #ojol #korban 

Sumber: Tribunnews.com
   #driver ojol   #polisi   #Brimob   #Injak
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda