Imbas Gempa Dahsyat, Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara untuk Percepat Bantuan

Editor: Panji Anggoro Putro

Reporter: Anggraheni WidyaWitari

Video Production: Muhammad TaufiqRahman

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Junta militer Myanmar resmi mengumumkan gencatan senjata untuk mempercepat bantuan kemanusiaan.

Diketahui gencatan senjata dimulai Rabu (2/4/2025) hingga (22/4/2025) mendatang.

Baca: 341 Orang Diduga Masih Terkubur Reruntuhan Bangunan akibat Gempa Myanmar, 3.085 Orang Tewas

Pengumuman itu dilontarkan seusai kelompok bersenjata yang terlibat dalam perang saudara berdarah di Myanmar memberikan janji serupa.

Keputusan ini diambil setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda Myanmar.

Akibatnya, menewaskan hampir 3.000 orang dan menghancurkan ribuan rumah.

Dikabarkan pengumuman gencatan senjata dilakukan saat korban sudah putus asa memohon lebih banyak bantuan.

Baca: Mukjizat Gempa Myanmar, Pria Ditemukan Masih Hidup meski 5 Hari Terkubur Reruntuhan Gedung Hotel

Lantas, Junta menegaskan gencatan senjata bertujuan untuk mempercepat distribusi bantuan dan rekonstruksi.

Meski demikian, junta tetap memperingatkan kelompok bersenjata agar tidak melakukan serangan.

Pasalnya, situasi masih kacau, terutama di Sagaing, daerah terdekat dengan episentrum gempa.

Di sisi lain, warga berebut bantuan yang dibagikan oleh relawan di tengah antrean panjang.

Baca: Respons China seusai Palang Merahnya Ditembaki Junta Militer ketika Antar Bantuan Gempa di Myanmar

Bantuan berupa air bersih, beras, dan kebutuhan pokok terus disalurkan. (Tribun-video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Junta Myanmar Gencatan Senjata untuk Bantu Korban Gempa

# TRIBUNNEWS UPDATE  # Junta Militer  # Myanmar  # gempa  # gencatan senjata 
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda