Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - AS mengancam akan menyerang infrastruktur nuklir Iran.
Terkait ancaman tersebut, Rusia justru membela Teheran.
Negara yang dipimpin Vladimir Putin ini justru mengancam balik AS.
Dikutip dari Tribunnews.com, ancaman itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov.
Hal itu disampaikan saat ia diwawancara dalam jurnal Rusia bertajuk "International Affairs".
Ryabkov mengutuk ancaman AS menyerang infrastruktur Teheran.
Menurutnya metode tersebut tidak pantas dilakukan.
Sebaliknya, ancaman itu dinilai sebagai cara AS memaksakan keinginannya sendiri kepada pihak Iran.
"Kami menganggap metode tersebut tidak pantas, kami mengutuknya, kami menganggapnya sebagai cara bagi [AS] untuk memaksakan keinginannya sendiri pada pihak Iran." katanya.
Oleh sebab itu, Rusia mengancam AS akan mendapat 'bencana' jika tetap menyerang infrastruktur nuklir Teheran.
Di satu sisi, Kremlin memang telah menawarkan menjadi penengah antara pemerintahan Trump dan Iran.
Adapun hal itu telah menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada bulan Januari lalu.
Sementara kini Trump mengatakan Teheran akan menghadapi pemboman jika tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Baca: Rangkuman Perang Ke-543: Serangan Balasan Iran ke AS akan Sangat Berbeda, Nuklir Jalan Satu-satunya
Jerman Kerahkan Pasukan Militer Dekati Wilayah Moskow
Jerman merasa terancam oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang tidak akan berhenti perang di Ukraina.
Oleh sebab itu, kini Jerman bersiap perang melawan Rusia dengan melakukan latihan militer intens.
Bahkan sejumlah pasukan Jerman dikerahkan mendekati wilayah Rusia.
Dikutip dari Kompas.com, hal itu disampaikan Kepala Pertahanan Jerman, Letnan Jenderal Carsten Breuer.
Ia mengatakan militer Jerman melakukan latihan intens setelah adanya peningkatan anggaran pertahanan.
Pihaknya mengaku Jerman terancam oleh Rusia dan Putin.
Oleh sebab itu, Jerman harus melakukan apa pun untuk mencegahnya.
Tak hanya itu, Jerman juga memperingatkan NATO yang harus bersiap menghadapi kemungkinan serangan Rusia.
"Kita terancam oleh Rusia. Kita terancam oleh Putin. Kita harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegahnya," ujar Breuer
Dikutip dari Tribunnews.com, militer Jerman mengerahkan pasukannya di dekat Rusia yakni sepanjang sisi timur NATO, tepatnya di Lithuania.
Baca: Ukraina Alami Krisis Listrik Akibat Serangan Rudal Rusia, Kini Warga Hidup di Kota Tanpa Listrik
Unit ini diperkirakan akan beroperasi penuh pada tahun 2027.
Pengerahan pasukan militer ini menandai pertama kalinya tentara Jerman ditempatkan secara permanen di luar negeri sejak Perang Dunia II.
Perlu diketahui, cara pandang Jerman terhadap militernya berubah seusai Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 silam.
Selama beberapa dekade, jerman menghindari militerisme.
Lantas Jerman memilih pendekatan saat berada di bawah kepemimpinan Angela Merkel.
Namun Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan mengalokasi dana sebesar 100 miliar euro untuk militer Jerman.
Kini militer jerman pun memiliki akses pendanaan lebih stabil sehingga memulai meningkatkan kekuatannya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jerman Siap Perang dengan Rusia, Makin Intens Latihan Militer", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2025/04/02/140000870/jerman-siap-perang-dengan-rusia-makin-intens-latihan-militer.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia II, Jerman Kerahkan Tentara di Dekat Rusia, https://www.tribunnews.com/internasional/2025/04/02/untuk-pertama-kalinya-sejak-perang-dunia-ii-jerman-kerahkan-tentara-di-dekat-rusia.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bangunkan Harimau Tidur, Gantian Rusia Siapkan Bencana untuk AS Jika Nekat Serang Nuklir Iran, https://www.tribunnews.com/internasional/2025/04/02/bangunkan-harimau-tidur-gantian-rusia-siapkan-bencana-untuk-as-jika-nekat-serang-nuklir-iran.
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: timtribunsolo
Program: Hot Topic
Editor Video: Muhammad Adnan Hidayat
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.