Kritikan Pedas Guru Besar UI ke Jokowi: Stop Rusak Indonesia demi Kepentingan Nepotisme Keluarga

Editor: bagus gema praditiya sukirman

Reporter: Ariska Nur Choirina

Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Sulistyowati Irianto memberikan kritikan pedas kepada pemerintahan Jokowi.

Terutama perihal kondisi politik di Tanah Air.

Ia meminta agar tidak merusak Indonesia hanya demi kepentingan nepotisme keluarga.

Dilansir dari Tribunnews.com, kritikan itu disampaikan Sulistyowati, salah satu Dewan Guru Besar yang turut hadir dalam agenda deklarasi kebangsaan.

Yang mana agenda tersebut digelar di Gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (2/2/2024).

Baca: Respons Jokowi Disebut Menyimpang dari Demokrasi oleh Guru Besar hingga Alumni UGM

Dalam orasinya, Sulistyowati meminta agar seluruh pihak tidak merusak kebesaran Indonesia.

Terlebih hanya demi kepentingan politik sesaat dan nepotisme keluarga.

"Jangan rusak Indonesia, Indonesia pernah menjadi besar dan jangan rusak hari ini hanya untuk kepentingan politik sesaat, hanya untuk mementingkan kepentingan nepotisme keluarga," tegas Sulistyawati di sela-sela deklarasi kebangsaan Dewan Guru Besar UI.

Dia pun menjamin seluruh unsur di lingkungan kampus berjuluk 'kampus kuning' itu akan terus mengawasi dinamika perpolitikan yang terjadi di Tanah Air.

"Kami tidak akan tinggal diam, kami sivitas akademika UI akan terus mengawasi apa yang terjadi di luar sana," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Sivitas Akademika UI termasuk Dewan Guru Besar menyampaikan kritik terkait situasi Pemilu 2024, pada Jumat (2/2/2024).

Baca: Guru Besar Politik: Prof Mahfud Mundur, Kabinet Semakin Tidak Solid | WAWANCARA EKSKLUSIF

Dalam deklarasi kebangsaan bertajuk 'Genderang Universitas Indonesia Bertalu Kembali' mereka menilai bahwa Indonesia seperti kehilangan kendali.

Pasalnya hal itu terjadi akibat adanya kecurangan yang dilakukan oleh penguasa.

Di mana para penguasa dinilai berebut kekuasaan, hingga menggerus keluhuran budaya dan kesetiaan bangsa.

"Negeri kami nampak kehilangan kemudi akibat kecurangan dalam perebutan kuasa, nihil etika, menggerus keluhuran budaya serta kesetiaan bangsa," bunyi Deklarasi Kebangsaan.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kritik Pemilu 2024, Guru Besar UI: Jangan Rusak Indonesia Demi Kepentingan Nepotisme Keluarga

Host: Ariska Choirina
VP: Ni'am Alfani

# Pemilu # Guru Besar # Universitas Indonesia # Nepotisme

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda