Korban Pembunuhan Keluarga di Magelang Tak Jadi Nikah karena Dihabisi Adik Pakai Racun Arsenik

Editor: Panji Anggoro Putro

Reporter: Ratu Budhi Sejati

Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Pembunuhan satu keluarga terjadi di Magelang dan pelakunya merupakan anak bungsu dari keluarga tersebut.

Pelaku berinisial DDS membunuh orangtuanya AA dan HR serta sang kakak DK menggunakan racun arsenik yang dicampur ke minuman teh dan kopi.

Belakangan diketahui korban DK memiliki rencana untuk menikah tapi tak jadi karena menjadi korban kejinya sang adik.

Racun yang dibeli secara online tersebut dibubuhkan oleh DDS pada teh dan kopi pada Senin (28/11/2022) pagi.

Baca: Anak di Magelang Sudah 2 Kali Coba Bunuh Ayah, Ibu & Kakak: Sempat Gagal karena Racun Kurang Dosis

Ketiga korban, yakni DK, AA dan HR yang meminum teh dan kopi beracun tersebut pun langsung meninggal dunia.

Ketiganya meninggal tak lama setelah mengkonsumsi teh dan kopi beracun di dalam kamar mandi.

Kakak HR atau pakde DK, Agus Kustiardo (58) membenarkan kalau keponakannya tersebut akan menikah.

Hanya saja, kapan pernikahan itu akan dilaksanakan belum ditentukan karena belum ada pertemuan dengan keluarga besar.

"Memang ada informasi akan menikah, tetapi belum tahu kapannya. Soalnya belum ada rembukkan dengan keluarga," terangnya.

Baca: Anak Kedua yang Diduga Membunuh Keluarganya di Magelang Beli Racun dari Online Dicampur ke Minuman

Soal rencana pernikahan korban DK juga diketahui oleh Kepala Desa Mertoyudan Eko Sungkono.

Ia juga membenarkan, kalau informasi korban akan menikah.

"Iya, setahu saya memang akan menikah. Namun, memang kapannya belum diketahui. Belum ada juga laporan ke KUA,"urainya. (Tribun-Video.com/TribunJogja.com)

Basca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Update Pembunuhan Sekeluarga di Magelang : Rencana Pernikahan Sirna, DK Tewas Diracun Sang Adik

# TRIBUNNEWS UPDATE # pembunuhan # racun # keluarga # Magelang

Sumber: Tribun Jogja