Nasib Irjen Ferdy Sambo seusai Jadi Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J, Terancam Hukuman Mati

Editor: Panji Anggoro Putro

Reporter: Tri Suhartini

Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo kini telah ditetapkan tersangka terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya.

Dalam kasus ini, Irjen Ferdy berperan memerintahkan dan menskenariokan cerita terkait kasus tewasnya ajudannya.

Kabar penetapan tersangka ini diumumkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (9/8/2022).

Baca: Kecil Kemungkinan Brigadir J Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Ini Kata Kabareskrim Polri

Kapolri menyebut, tim khusus yang dibentuknya telah melakukan pendalaman dalam kasus itu.

Dalam mengusut kasus ini, timnya menemukan sejumlah hambatan.

Kejanggalan yang dimaksud termasuk menghilangkan barang bukti hingga merekayasa cerita.

Selain Irjen Ferdy, Polri juga mengungkap satu tersangka lainnya yaitu berinisial KM.

Sehingga saat ini, sudah ada empat tersangka yang diungkap dalam tewasnya Brigadir J.

Keempat tersangka itu ialah, Bharada E, Bripka RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto pun mengungkap peran keempat tersangka tersebut.

Baca: Tangis Bharada E Tak Bisa Tolak Perintah Tembak Brigadir J, Terkuak Alasan Pengakuan Berubah-ubah

Bharada E berperan menembak Brigadir J yang pertama kali di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Kemudian Bripka RR, berperan membantu dan menyaksikan penembakan korban.

Selanjutnya KM, turut membantu penembakan Brigadir J seusai Bharada RE.

Terakhir Irjen Pol FS, berperan menyuruh melakukan dan menskenariokan peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya.

Setelah ditetapkan tersangka, terungkap nasib Irjen Ferdy Sambo saat ini.

Diketahui, para tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yakni pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Baca: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Dukung Bharada E Jadi Justice Collaborator: Ceritakan Sesungguhnya

Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun.

"Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun," ucapnya. (Tribun-Video.com/Tini Afshin)

Baca juga berita terkait di sini

# TRIBUNNEWS UPDATE # pembunuhan # Brigadir J # hukuman mati # Polri

Sumber: Tribun Video