Kanal

Tak hanya Pakai Obat, Bripda Randy Juga Paksa NW Berhubungan Badan Lagi untuk Gugurkan Kandungan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Mahasiswi NW (23) yang bunuh diri di makam sang ayah sudah menjadi korban kekerasan selama hampir dua tahun.

Ia dihamili sang kekasih dan diminta menggugurkan kandungannya selama dua kali.

Selain menggugurkan dengan obat-obatan, terungkap cara pelaku menggugurkan kandungan korban.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu diungkapkan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah dalam konferensi pers Komnas Perempuan, Senin (6/12/2021).

Siti Aminah mengatakan, NW terjebak pada siklus kekerasan di dalam pacaran yang menyebabkan terpapar pada tindak eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi.

NW sendiri nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun yang dicampur minuman di makam sang ayah.

Baca: Ayah Bripda Randy Buka Suara, Bantah Tak Tanggung Jawab hingga Ungkap Rencana Pernikahan

Buntut dari kasus ini, Bripda Randy diamankan oleh petugas karena terbukti memiliki hubungan asmara dengan korban sejak 2019.

Dalam kurun waktu itu pula, korban mengalami kekerasan dan sengaja menggugurkan kandungan NW.

Bripda Randy memaksa dua kali pacarnya itu untuk melakukan aborsi pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Menurut Ami, oknum polisi tersebut memaksa korban mengugurkan kandungan dengan berbagai cara.

Cara yang digunakan Bripda Randy dengan memaksa korban meminum pil KB, obat-obatan hingga jamu-jamuan.

Baca: Sosok Ayah Bripda Randy Bagus Sempat Diisukan Anggota DPRD Pasuruan, Begini Fakta Sebenarnya

Bahkan saat melakukan aborsi yang kedua, korban sempat mengalami pendarahan dan trombosit berkurang.

Tak hanya itu, pelaku juga memaksa korban untuk berhubungan badan demi menggugurkan janin.

"Bahkan pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan demi mengugurkan janin," kata Ami, Selasa (7/12/2021) seperti dikutip dari Kompas.com.

Ami mengatakan, Bripda Randy beranggapan sperma yang dikeluarkan saat berhubungan badan bisa mengugurkan janin yang NW kandung.

"Pemaksaan aborsi ini terjadi hingga dua kali," kata dia.

Ternyata tidak hanya pelaku yang melakukan pemaksaan aborsi terhadap korban.

Baca: Reaksi Ibu Bripda Randy saat NWR Minta Pertanggungjawaban ke Anaknya, Ayah Tersangka Minta Maaf

Berdasarkan keterangan korban, Ami mengatakan, keluarga pelaku juga mendukung tindakan aborsi tersebut serta menghalangi perkawinan dengan korban.

Alasannya, karena pelaku masih memiliki kakak perempuan yang belum menikah.

Kemudian menuduh korban sengaja menjebak pelaku untuk sengaja agar dinikahi.

Pelaku juga disebut memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan tetapi pelaku bersikeras tidak mau memutuskan hubungannya dengan korban.

"Pelaku memiliki hubungan dengan wanita lain, tapi pelaku bersikeras tidak mau memutuskan relasinya dengan korban," kata dia.

Kejadian itu membuat korban mengalami dampak kesehatan fisik hingga mengalami gangguan kejiwaan yang hebat.

"Ia merasa tidak berdaya, dicampakkan, disia-siakan, berkeinginan menyakiti diri sendiri dan didiagnosa obsessive compulsive disorder (OCD) serta gangguan psikosomatik lainnya," jelasnya.

(Tribun-video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas Perempuan Sebut NWR Sudah jadi Korban Kekerasan 2 Tahun"

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Reza Nova Erfiansyah
Sumber: Kompas.com

Video Populer