Kanal

NWR Sempat Lakukan Upaya Hukum sebelum Ditemukan Meninggal, Lapor Komnas Perempuan pada Agustus 2021

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - NWR atau NW (23), mahasiswi Mojokerto, Jawa Timur, sebelum meninggal dan ditemukan di samping makam ayahnya ternyata pernah melapor ke Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan mengakui menerima aduan dari mahasiswi NWR terkait kasus kekerasan seksual yang dialaminya.

Pengaduan itu diterima Komnas Perempuan pada Agustus 2021.

Seperti diketahui, NWR merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2016.

Baca: Ahli Hukum Singgung soal Kemungkinan Bripda Randy Bisa Saja Dijerat Pasal Perkosaan, Ini Alasannya

Dikutip dari Tribunnews.com, NWR ditemukan tak bernyawa di atas makam ayahnya di kawasan Kecamatan Sooko, Mojokerto, pada Kamis (2/12/2021).

Meninggalnya NWR ikut menyeret salah satu anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy.

Oknum polisi tersebut diduga menghamili NWR dan terlibat tindakan aborsi terhadap korban.

Masalanya tersebut diduga membuat NWR depresi dan nekat mengakhiri hidupnya.

Selain kasusnya dengan Bripda Randy, NWR pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh senior kampusnya.

Baca: Fakta-fakta Mahasiswi Tewas di Makam Ayah, Bripda Randy Dipecat, Paman Korban Akan Diperiksa

NWR dilecehkan oleh senior berinisial RAW.

NWR kemudian melaporkan pelecehan yang dilakukan RAW pada fungsionaris FIB UB pada awal Januari 2020.

Selain itu, NWR nyatanya pernah melakukan pengaduan ke Komnas Perempuan terkait kasus kekerasan seksual yang dialaminya.

Komnas Perempuan mengakui bahwa korban NWR pernah mengadukan kasusnya kepada pihaknya di pertengahan Agustus 2021.

Komnas Perempuan menyatakan telah berhasil menghubungi NWR pada 10 November untuk memperoleh informasi yang lebih utuh atas peristiwa yang dialami, kondisi, dan juga harapannya.

Baca: Sosok Bripda Randy Bagus, Oknum Polisi yang 2 Kali Paksa Mahasiswi asal Mojokerto Aborsi

Sebelumnya, Komnas Perempuan telah berupaya menjangkau korban aplikasi whatsapp (WA) dan sempat direspon korban untuk menanyakan prosedur pengaduan.

Juga, melalui telpon, tetapi tidak terangkat.

“Pada saat berhasil dihubungi, korban menyampaikan bahwa ia berharap masih bisa dimediasi dengan pelaku dan orang tuanya, dan membutuhkan pertolongan konseling karena dampak psikologi yang dirasakannya,” tulis Komnas Perempuan dalam siaran pers yang diterima, Senin (6/12/2021).

Setelah mendengarkan keterangan korban, Komnas Perempuan kemudian mengeluarkan surat rujukan pada 18 November 2021 kepada P2TP2A Mojokerto.

Lantaran kapasitas psikolog yang terbatas dan jumlah klien yang banyak maka penjangkauan tidak dapat dilakukan sekerap yang dibutuhkan.

Akan tetapi jadwal konseling NWR juga sudah dilakukan dan dijadwalkan kembali di awal Desember.

“Berita mengenai korban telah mengakhiri nyawanya menjadi pukulan bagi kita semua, khususnya kami yang berupaya menangani kasus ini,” lanjut pernyataan itu.

Sayang, belum sampai proses konseling, NWR telah meninggal dunia. (Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terungkap Fakta Baru, NWR Ternyata Pernah Menghubungi Komnas Perempuan Pada Pertengahan Agustus 2021

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribunnews.com

Video Populer