Kanal

Mitos atau Fakta Patah Hati Memicu Sindrom Takotsubo hingga Kematian

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Patah hati adalah rasa sedih yang mendalam, terutama ketika perpisahan tersebut sangat tidak diduga.

Nah Tribunners tahu tidak bahwa patah hati ini bisa memicu kematian, jika sudah sampai tingkat stadium parah.

Kondisi tersebut dikenal dengan sindrom takotsubo atau patah hati.

Baca: Segudang Manfaat Bunga Rossela bagi Kesehatan, Cegah Osteoporosis hingga Menurunkan Tekanan Darah



Dikutip dari Tribun Health, seseorang yang mengalami patah hati biasanya akan mengalami stres jangka panjang.

Sindrom patah hati ini akan terjadi setelah peristiwa yang sangat intens.

Salah satu kasus patah hati yang berisiko kematian adalah rasa cinta yang berlebihan pada seseorang yang menyebabkan kematian akibat rasa cinta yang penuh untuk mengakhiri suatu hubungan.

Gejala seorang yang patah hati ini mirip dengan serangan jantung dan bisa menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.

Sindrom ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan di Inggris berpengaruh sekitar 2.500 per orang tiap tahun.

Baca: Benarkah Tidur Tengkurap Berbahaya untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Berikut Ini



Tingkat stres pada seseorang yang patah hati ini dapat memainkan peran kunci dalam perkembangan sindrom takotsubo.

Bila Tribunners mengalami hal tersebut alangkah baiknya melakukan hal positif atau datang ke psikolog.

(Tribun-Video/ Husna)

Artikel ini telah tayang di Tribunhealth.com dengan judul Patah Hati Bisa Picu Sindrom Takotsubo, Gejala Mirip Serangan Jantung dan Bisa Sebabkan Kematian

#patah hati#kematian#sindrom#

Editor: Wening Cahya Mahardika
Reporter: chalida husna
Video Production: Rahmadhanang Ario Soedjarwo
Sumber: Tribunnews.com

Video Populer