Kanal

Sejumlah Layanan Internet dan Web Tumbang Imbas Gedung Cyber Terbakar, APJII Sebut Bukan karena Api

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah layanan internet dan web hosting mengalami gangguan imbas dari kebakaran Gedung Cyber di Jakarta Selatan pada Kamis (2/12) siang.

Hal ini pun membuat konsumen mengalami dampaknya.

Menanggapi hal ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) buka suara memberikan penjelasan.

Ketua Bidang Koordinator Indonesia Internet Exchange (IIX) dan Data Center APJII Syarif Lumintarjo menjelaskan bahwa tumbangnya sejumlah aplikasi bukan karena api.

Dikutip dari Kompas.com, Syarif mengatakan bahwa saat kebakaran Gedung Cyber, aliran listrik belum dimatikan.

Hal ini membuat AC belum mati dan menimbulkan asap pekat.

Syarif berujar, pihaknya kemudian berinisiatif untuk mematikan AC untuk mencegah asap makin pekat.

Lantaran AC dimatikan, maka membuat sejumlah perangkat mengalami high temperature.

Sehingga pada 14.50 WIB diputuskan untuk mematikan aliran listrik agar mengurangi kerusakan akibat tingginya suhu.

Kemudian pada pukul 16.30 WIB, pihaknya berkoordinasi dengan tim engineering gedung dan kemudian mulai menghidupkan kembali listrik dan satu per satu miniature circuit breaker (MCB) mulai pulih.

Baca: Polisi Lakukan Olah TKP dalam Kebakaran Gedung Cyber 1, Libatkan Tim Puslabfor Mabes Polri

Baca: Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Panel atau Rangkaian Kabel Listrik terbakar di Gedung Cyber 1

“Dengan dimatikannya AC, maka banyak perangkat yang mengalami high temperature, sehingga pukul 14.50 diputuskan untuk mematikan listrik semuanya, karena kita berpendapat untuk mengurangi kerusakan perangkat lebih jauh akibat high temperature,” kata dia.

Terkait insiden ini, Syarif meminta agar pengelola Gedung Cyber untuk menerapkan SOP yang ketat pada tenant atau penyewa.

Terlebih insiden ini bukan kali pertama terjadi.

Ia juga berharap agar tenant lebih memperhatikan pemasangan perangkat.

“Ini sebetulnya bukan dari gedung, tapi dari salah satu tenant yang ada di gedung tersebut. Jadi, ini lebih kepada bagaimana cara kita memastikan sama-sama, perangkat yang dipasang itu dilakukan dengan cara yang proper, jika sudah umurnya (harus diganti) ya jangan terus dipakai sampai rusak, yang seperti itu harus diperketat bagi para tenant,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran Gedung Cyber membuat sejumlah aplikasi tumbang termasuk layanan panggilan darurat.

Diketahui sejumlah perusahaan besar menggunakan data center yang berada di gedung tersebut.

Sebagian di antaranya merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Akibat dari kejadian ini pula, dua orang yang merupakan siswa PKL tewas akibat menghirup asap.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Gedung Cyber Bikin Banyak Aplikasi Tumbang, Ini Kata APJII"

# Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia # Gedung Cyber # kebakaran # Bursa Efek Indonesia (BEI)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Kompas.com

Video Populer