Kanal

Diberi Upah Rp 5 Ribu, Setrika Arang Rul Tanjuang Perlu Ketrampilan Khusus, Agar Tak Kena Ganti Rugi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN - VIDEO.COM - Rul Tanjuang menghabiskan satu karung arang dalam waktu seminggu.
Ia membeli arang dengan harga Rp 105 ribu per karung, sedangkan satu kantong plastik dibeli dengan harga Rp10 ribu.

Arang dimasukkan ke dalam setrika setelah itu, disiram minyak tanah dan dikasih api sehingga terbentuk panas yang bisa digunakan untuk setrika pakaian.

Baca: Jasa Setrika Arang Rul Tanjuang di Komplek Padang Teater, Sudah Ada sejak Tahun 1991 hingga Sekarang

Saat menggosok, kain terlebih dahulu diberi alas kain perca sesuai ukuran. Kemudian, percikan air ke atas alas tersebut baru mulai digosok.

Ini bertujuan agar pakaian yang disetrika tidak rusak.

Profesi yang dilakoni Rul Tanjuang tak mudah dan harus memiliki skill tertentu.

Menggosok itu tampak mudah, tapi harus memiliki skill, risikonya banyak.

Oleh karena itu, harus diketahui tipe kain dan tingginya suhu panas.

Baca: Perjalanan Perantauan Rul Tanjuang, Bertahan Menggunakan Setrika Arang Warisan Kakek Meski Rusak

Kalau tidak tahu, risiko besar umpamanya harga kain pelanggan Rp300 ribu, kalau rusak kan fatal.

Sementara upah menggosok hanya Rp5 ribu selembar kain, kalau kena (rusak) tentu mengganti mulai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu makanya harus hati-hati.

Saya pernah mengganti membeli kainnya kalau risiko pekerjaan ini kan harus ganti rugi.

Kalau terbakar atau rusak, kita mengganti bahannya.

Kalau dibandingkan dengan penghasilan sehari, habis.

Upahnya bervariasi tergantung tipe kainnya kalau tipe kain agak sulit, ambil sesuai jasa di sini kita mencari langganan.

Sebagian tukang jahit ada yang pengertian, kena barangnya, ada juga yang tidak mau diganti.

Kita sebagai penyedia jasa mau saja mengganti karena sudah risiko dan kita harus tanggung jawab kepada pelanggan.

Kita harus memberikan kenyaman kepada pelanggan. (*)

Baca selengkapnya disini

#RulTanjuang#SetrikaArang #tips rapikan baju tanpa setrika#

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: muhammad imam arif syamsuddin
Sumber: Tribun Padang

Video Populer